Page 11 - Majalah Demokrat April-Mei 2015
P. 11
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Presiden RI ke-6 (Kepala Negara dua periode 2004-2014)
dan Ketua Umum Partai Demokrat

Jika yang dimaksudkan Presiden

Jokowi, Indonesia masih punya utang

luar negeri, itu benar adanya. Utang

Indonesia ada sejak era Presiden

Soekarno. Meskipun, ketika saya

memimpin Indonesia (2004-2014) rasio

utang terhadap GDP terus dapat kita

turunkan. Jika akhir tahun 2004 rasio

utang terhadap GDP itu sekitar 50,6 %,

di akhir masa jabatan saya tinggal sekitar

25 %. Artinya, jika dulu separuh lebih

GDP kita itu untuk menanggung utang,

maka tanggungan itu telah kita turunkan

menjadi seperempatnya. Tetapi, kalau

yang dimaksudkan Pak Jokowi bahwa

kita masih punya utang kepada IMF,

hal itu jelas keliru. Kalau hal ini tidak

saya luruskan dan koreksi, dikira saya

Presiden RI ke-6 Profesor Doktor Susilo Bambng Yudhoyono saat menerima Managing Director yang berbohong kepada rakyat, karena
IMF Christine Lagarde di Istana Negara beberapa waktu lalu. (foto: @SBYudhoyono)
sejak tahun 2006 sudah beberapa kali

saya sampaikan bahwa Indonesia tidak

IMF (Managing Director) satu-persatu bisa ikut menaruh dananya di IMF berhutang lagi kepada IMF. Rakyat pun
berkunjung ke Indonesia dan menemui karena kita telah menjadi anggota G20,
saya di kantor Presiden, mulai dari dengan peringkat nomor 16 ekonomi senang mendengarnya. Saya yakin Pak
Rodrigo de Rato (2007), Dominique besar dunia. Pasalnya, IMF kekurangan
Strauss-Kahn (2011) hingga Chistine dana untuk digunakan membantu negara Jokowi yang waktu itu sudah bersama-
Lagarde (2012). Saya menerima yang mengalami krisis berat dan perlu
kunjungan mereka dengan kepala tegak. penyelamatan dari IMF. Artinya, tangan sama saya di pemerintahan, sebagai
Bahkan, pada kunjungan pemimpin IMF kita tidak lagi berada di bawah, tetapi
tahun 2012, IMF berharap Indonesia sudah berada di atas. Walikota Surakarta, pasti mengetahui

kebijakan dan tindakan yang saya ambil

selaku Presiden. Ditulis oleh Susilo

Bambang Yudhoyono melalui akun pribadi di

Facebook/dik

Pernah saya diminta untuk menaikkan harga BBM dan Tarif Dasar
Listrik secara serentak dengan angka yang sangat tinggi. Hal itu
saya tolak, karena pasti ekonomi rakyat akan menjadi lebih buruk.

* SBY *

EDISI MEI 2015 11
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16