Page 3 - Majalah Demokrat April-Mei 2015
P. 3
AT REDAKSI

Mengharapkan SBY
Memimpin PD 2015-2020

Para kader yang budiman,

Partai Demokrat akan menggelar forum tertinggi atau kongres di Surabaya pada 11-13 Mei 2015.
Sebelumnya Partai Demokrat menggelar kongres di Denpasar Bali, 2005; di Bandung, 2010; dan
kongres luar biasa di Denpasar, Bali, 2013.

Pada Kongres Luar Biasa Partai Demokrat, di Bali, 2013, Susilo Bambang Yudhoyono terpilih secara
aklamasi sebagai ketua umum; untuk memimpin kepengurusan periode 2010-2015. SBY dipilih secara
aklamasi dikarenakan para kader memahami, tidak ada satu pun kader yang bisa menyelamatkan
partai berlambang bintang segitiga merah putih dari tubir jurang, kecuali sang penggagas pendiriannya.

Partai Demokrat, saat itu, diprediksi akan habis karena ulah segelintir kader yang terlibat kasus
korupsi. Tidak heran, menjelang Pemilu 2014, banyak pengamat memprediksi, Partai Demokrat tidak
akan lolos ambang batas parlemen nasional, yang mensyaratkan perolehan suara minimal 3,5 persen.
Lembaga-lembaga survei pun menyatakan hal senada. Kisaran perolehan suara Partai Demokrat
diprediksi berada pada 3 hingga 7 persen. Angka 7 persen bahkan hanya dikemukakan sebuah
lembaga survei yang paling optimistis.

Faktanya? SBY mampu memutarbalikkan prediksi di atas. Partai Demokrat memang tidak
secemerlang tahun 2009, ketika menjadi partai politik terbesar dengan perolehan hampir 21 persen
suara. Tetapi, setidaknya, SBY mampu menyelamatkan Partai Demokrat. Tidak sekadar lolos ambang
batas parlemen, Partai Demokrat masih berada di posisi empat besar; dengan raihan suara mencapai
lebih 10 persen.

Wajarlah jika kini seluruh kader Partai Demokrat, yang memiliki hak suara, berharap SBY bersedia
kembali memimpin Partai Demokrat.

Situasi perpolitikan memang bukan main-main. Partai Demokrat tidak hanya harus bekerja keras
untuk memulihkan kepercayaan rakyat. Seluruh kader Partai Demokrat dituntut berpikir jernih dan
berhati bersih agar Partai Demokrat tetap solid menuju kejayaan di 2019.

Saat ini, beberapa partai politik besar telah mengalami konflik berlarut di antara para kader, justru
setelah mereka menggelar forum tertinggi (kongres atau musyawarah nasional). Kita tentu tidak
menginginkan hal buruk itu terjadi di partai berideologi nasionalis-religius.

Rangkaian peristiwa dan pernyataan para kader dari Sabang sampai Merauke; Miangas hingga
Pulau Rote itu menjadi berita yang memenuhi halaman majalah kali ini. Sebabnya, jelas, kami
menyadari, perhelatan forum tertinggi di Surabaya pada 11-13 Mei 2015, adalah awal dari sebuah
kebangkitan besar: di bawah kepemimpinan SBY pada periode 2015-2020, Partai Demokrat kembali
menjadi yang terbesar.

Para kader yang budiman,

Selamat membaca

Redaksi

EDISI MEI 2015 3
   1   2   3   4   5   6   7   8