|
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengutuk pelaku pengeboman The Ritz-Carlton Mega Kuningan dan J. W. Marriot Jakarta Selatan, yang terjadi pada Jumat pagi 17 Juli 2009 sekitar pukul 07.00 WIB. Akibat insiden peledakan itu, sejumlah orang tewas dan puluhan lainnya menderita luka-luka.
Presiden meminta agar orang-orang yang pernah menghilangkan orang lain jangan sampai lolos dari jeratan hukum. “Jangan biarkan mereka bertindak seperti drakula," ujar Presiden dalam keterangan pers di Istana Presiden, Jakarta, Jumat. Saat memberikan keterangan pers, Presiden didampingi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukham) Widodo AS, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, dan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri. “Barangkali ada di antara kita, yang beberapa waktu lalu melakukan kejahatan, membunuh, menghilangkan orang, dan masih lolos dari jeratan hukum, negara tidak akan membiarkan mereka lagi bertindak seperti drakula,” tegas Presiden agak emosi. Ia menegaskan, apa yang telah dibangun pemerintah dan rakyat Indonesia selama lima tahun terakhir dengan tetesan keringat lagi-lagi mengalami goncangan dan kemunduran. “Lagi-lagi dampak buruk harus dipikur masyarakat Indonesia, minus mereka-mereka yang melakukan tindakan tak bertanggung jawab. Karena itu, kebenaran dan keadilan harus ditegakkan dan diwujudkan," lanjut SBY. Pihaknya juga prihatin dengan insiden itu dan bersumpah untuk menindak tegas pelaku peledakan bom, termasuk otak dan penggeraknya. “Saya bersumpah, demi masyarakat Indonesia yang saya cintai, negara dan pemerintah akan melakukan tindakan tegas, tepat, dan benar terhadap pelaku pemboman, otak dan penggeraknya, dan atau kejahatan-kejahatan lainnya," lanjutnya. SBY yang baru saja mengantongi suara terbanyak pada pilpres 8 Juli lalu meminta kepada Polri, TNI, dan BIN, serta para kepala daerah lebih waspada. “Kepada Polri, TNI, BIN, dan termasuk gubernur dan bupati/walikota, saya minta waspada mencegah aksi teror. Penegak hukum harus bisa mencari, menangkap, dan mengadili para pelaku, penggerak dan otak di belakang aksi kekerasan ini,” SBY menegaskan. Presiden juga menyampaikan bahwa Polri telah mencegah dan menggalakkan pemberantasan terorisme. “Saya tahu lima tahun ini, Polri mencegah dan menggagalkan aksi teroris ini, menemukan bahan peledak yang siap diledakkan, membongkar jaringannya, meski lolos hari ini,” lanjut SBY. Bahkan ia menegaskan bahwa telah terjadi musibah yang merobek keamanan dan nama baik bangsa. “Agar tugas untuk mencegah dan memberantas terorisme ini serta kejahatan-kejahatan dilakukan dengan baik, intelijen harus benar-benar tajam. Pencegahan harus benar-benar efektif. BIN dan Polri harus bersinergi. Sikap lengah harus dibuang. Ini amanah kita terhadap negara,” katanya mengingatkan. Menurut rencana The Ritz-Carlton akan ditempati tim Manchester United (MU) yang akan melakukan pertandingan melawan Indonesia All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 20 Juli. Namun, peristiwa peledakan bom mengurungkan niat MU. Kepastian itu disampaikan Sir Alex Ferguson di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (17/7) setelah mendengar kabar itu. Pihak Panitia Pelaksana mengaku, akibat pembatalan tersebut panitia mengalami kerugian mencapai Rp 30 miliar lebih. “Kerugian Panitia Pelaksana diperkirakan mencapai Rp 30 miliar lebih, Rp 20 juta dolar AS di antaranya adalah match fee untuk MU," ujar Kabid Promosi dan Marketing Herman Ago di Jakarta, Jumat (17/7). Nilai kerugian tersebut, di antaranya pengadaan materi berbagai persiapan panpel seperti promosi, perizinan, periklanan, perlengkapan administrasi dan perkantoran, asesoris hingga biaya pencetakan tiket dengan berbagai kelengkapannya. Pada Jumat kemarin pihak Panpel sebenarnya menjadwalkan penukaran kuitansi dari calon penonton para pembeli tiket. Namun dengan pembatalan ini otomatis proses pemulangan tiket menjadi pemulangan uang yang telah disetorkan. “Kami minta calon penonton tak usah panik dengan pembatalan ini. Semua akan diselesaikan secara proporsional oleh Panpel," ujar Herman. Suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan sebenarnya kemarin telah dihiasi umbul-umbul Manchester United, di antaranya sejumlah spanduk raksasa yang dibentangkan dari tribun atas menjuntai hingga ke bawah. Pintu masuk VVIP pun sebenarnya sedang dalam tahap dekorasi untuk menciptakan suasana seperti di Stadion Old Trafford, Manchester Inggris. Mengenai pemulangan tiket itu sendiri jadwalnya akan diatur dan pihak Panpel Lokal (LOC) yang diketuai Agum Gumelar menyatakan bertanggungjawab atas seluruh risiko yang harus ditanggung. Namun Agum belum bisa memastikan penjadwalan pemulangan tiket tersebut karena dia masih trauma dengan insiden pengeboman di kedua hotel internasional itu pada Jumat pagi yang menelan puluhan korban jiwa. “Kami belum bisa memperhitungkan jumlah kerugiannya. Yang pasti kami mengutuk keras pelaku pengeboman dan ini merupakan aksi pihak-pihak yang pengecut,” kata Agum Gumelar. Agum sendiri pada Jumat malam akan bertolak ke Malaysia untuk menuntaskan keputusan pembatalan dengan pihak manajemen Manchester United. (Ansel Deri) |