Kedepankan Budaya Musyawarah untuk Mufakat

Ketua BPOKK DPP-PD Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo (foto kiri atas) memberi pengarahan dan membuka Musda dan Muscab III Partai Demokrat se-Bangka Belitung di di Hotel Soll Marina, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Rabu malam (28/02/2018). Tampak pula Ketua DPD-PD Babel Eko Wijaya (kanan atas) memberi sambutan. (MCPD/Kardi)

Pangkal Pinang, Babel:  Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP-PD) Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo (PEW) resmi membuka Musda dan Muscab III Partai Demokrat se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rabu (28/02/2018).

Musda III DPD-PD Babel dan Muscab III Serentak DPC-PD se-Pulau Babel digelar di Hotel Soll Marina, Jl. Koba, Km.8, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Bangka Belitung, 28-29 Februari 2018.

Dalam arahannya, PEW menyampaikan salam Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kepada para kader. PEW mengucapkan terimakasih atas kerjasama kader Babel dari tingkat DPD, DPC, PAC dan seluruh jajarannya juga anggota DPRD tingkat Kab/Kota di Provinsi Babel sehingga pembukaan Musda se-Babel berjalan baik.

DPP-PD datang ke Kepulauan Babel dengan kekuatan penuh karena Demokrat Babel dikenal ramah lingkungan.

“Selama hidup saya, baru kali ini saya datang di Kepulauan Bangka Belitung,” ujar PEW.

PEW mengharapkan Musda dan Muscab berjalan aman, tertib dan lancar. Musda adalah musyawarah daerah artinya harus mengedepankan musyawarah sesuai etika politik bersih, cerdas dan santun.

PEW mengingatkan, menjadi politisi itu tidak mudah. Lebih mudah memimpin tentara daripada memimpin masyarakat. Karenanya para kader harus mengedepankan  budaya Indonesia: musyawarah untuk mufakat.

Diingatkan PEW, menyambut Pilkada 2018, semua kader wajib memenangkan calon yang ditetapkan Demokrat. Ini tidak main-main. Sanksinya keras. Misalkan ada kader yang tidak melakukan dan ia seorang legislator maka Demokrat akan segera menggantinya (melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu). Pilkada 2018 adalah kunci memenangkan Pemilu 2019.

Sebelumnya, pembukaan Musda dan Muscab se-Babel diawali tarian penyambut tamu kehormatan. Ketua panitia, Rudi Kurniawan Yahya, dalam laporan, mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia atas terselenggaranya Musda dan Muscab serentak yang diikuti 350 kader.

Di tempat sama, Ketua DPD-PD Babel Eko Wijaya, membuka sambutannya dengan pantun. “Kakek senang mengunyah pinang, pinang dipakai selingan makan, Selamat datang di Pangkal Pinang, tempatnya indah susah dilupakan”; “Berbuat amal jangan dihitung, yakinlah kelak akan dibalas, Partai Demokrat di Bangka Belitung, S14P menangkan nomor urut empat belas”.  Pantun Eko Wijaya segera disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Eko Wijaya mengatakan, Musda III merupakan event untuk Partai Demokrat Bangka Belitung melakukan refleksi dan evaluasi diri tentang eksistensi dalam dinamika politik dan Babel.

“Sejauh mana Partai Demokrat terlibat dalam proses pembuatan kebijakan publik yang bertujuan untuk  memajukan daerah serta kesejahteraan masyarakat? Partai politik bukan hanya berisi sekumpulan orang yang memiliki orentasi kekuasaan semata, tetapi juga sekelompok oang yang memiliki kepedulian, tanggung jawab terhadap kemajuan daerah, pemerataan pembangunan, serta kesejahteraan masyarakat sesuai tagline Partai Demokrat yaitu ‘Peduli dan Beri Solusi’,” ujarnya.

Ia berharap dengan perjuangan dan kerja keras semua kader Demokrat, serta izin Tuhan, kita bisa memenangkan kembali Pemilu 2019. Dijelaskannya pula, Pilkada 2018 di Babel akan berlangsung di Bangka Induk, Kota Pangkal Pinang, Belitung Timur. Pilkada adalah batu lompatan yang penting untuk terus memanaskan mesin partai.

Terkait dengan persiapa Pemilu 2019, Demokrat Babel sudah menyiapkan sejumlah mekanisme yang akan dipakai dalam menyiapkan kader-kader terbaik di legislatif.

Di akhir sambutan, Eko kembali berpantun, “Laut terbentang berwarna biru, angin berhembus daunnya goyang. Kalaulah tekad sudah membiru, sekali berjuang, pantanglah pulang; Ke Pulau Lengkuas, lihat batu berbaris tempat berlabuh perahu kuno. Segenap kader rapi berbaris di bawah komando SBY dan Agus Yudhoyono.”

Pantun indah dan penuh semangat yang kembali disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.

(Kardi/dik)