Kepanikan atas Gempa-Tsunami di Palu-Donggala

Duka dan doa kita untuk Donggala-Palu

Oleh: Haidar Majid*)

Ba’da maghrib 28 September 2018, hampir seluruh media sosial santer memberitakan tentang gempa yang berkekuatan 7,7 SR di wilayah Donggala dan Palu. Membaca kabar tersebut, saya bergegas menelpon kakak saya, Darman yang ada di Poso.

Saya cemas karena beberapa kali saya mencoba menelrpon, jawabannya sama, “panggilan gagal”. Saya coba menghibur diri, mungkin ada masalah teknis karena efek gempa yang terbilang dahsyat itu.

Saya coba menghubungi istri kakak saya yang sedang berada di Makassar. Ternyata beliau belum tahu kalau di wilayah Donggala dan Palu sedang terjadi gempa.

“Mba, coba ki hubungi Abang karena di Donggala dan Palu sedang ada gempa”, kata saya kepada Kak Mia.

“Masa’, na Kak Ammang lagi menuju Palu ka besok mau ki ke Jakarta”, katanya.

Jawaban dari panggilan telpon Kak Mia, sama saja. “Panggilan gagal”.

“Coba ki hubungi terus mba, kabari ka kalau bisa maki tersambung”, kata saya.

Beberapa saat kemudian, Kak Mia menyampaikan ke saya kalau beliau sudah terhubung dengan Kak Ammang.

“Alhamdulillah baik-baik ji, sempat ki panik dan lari keluar rumah karena bergetar ki itu rumah”, kata Kak Mia.

Bisa dibayangkan bagaimana kepanikan saudara-saudara kita yang ada di Donggala dan Palu. Kak Ammang yang ada di Poso, adik saya Nandas yang ada di Mamuju, yang boleh dibilang cukup jauh dari pusat gempa mengalami kepanikan yang luar biasa. Bahkan sebagian kita yang ada di Makassar juga “panik” karena merasakan efek gempa sebagaimana tayangan video di media sosial.

Belum lagi karena ternyata gempa dengan kekuatan 7,7 SR itu disusul tsunami. Beberapa potongan tayangan video yang beredar di media sosial menggambarkan betapa panik dan mencekamnya kedua wilayah itu.

Semalam, dalam kata sambutan saya pada kegiatan “Penyebarluasan Produk Hukum Daerah”, bersama warga Kecamatan Manggala, Panakkukang, Tamalanrea dan Biringkanaya, saya mengajak seluruh yang hadir untuk sama-sama berdoa, semoga saudara-saudara kita yang ada di Donggala dan Palu senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan kita yang ada di Kota Makassar terhindar dari segala bencana. Amin Yaa Rabbal Alamin.

AL FATIHA.

Salam
#marikiterusbersama #akumemilihsetia

*) Ketua FPD DPRD Sulsel