Kerahkan Energi Penuh untuk Besarkan Partai, Demokrat Berlabuh di Losari

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Doktor Hinca IP Pandjaitan saat berkunjung ke Kantor Redaksi Tribun Timur, Makassar, Jumat (31/3), (Foto: twitter/hincapandjaitan)

Oleh: Jansen Sitindaon*)

Catatan Perjalanan #demokratkelilingnusantara di Makassar, Sulawesi Selatan.

Pernahkah Anda melakukan kegiatan: mendatangi 8 (delapan) tempat sekaligus dalam sehari penuh?

Itulah yang saya rasakan ketika menemani perjalanan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Doktor Hinca IP Pandjaitan (Dr HP) “berlabuh di Pantai Losari” Makassar, kali ini.  Sebuah rangkaian perjalanan dengan topik utama melantik Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan.

Energi Dr HP memang luar biasa! Hanya itulah yang bisa saya katakan di awal tulisan.

Simak saja:

Kami berangkat dari Jakarta, Jumat 31 Maret 2017 pukul 8.40 WIB. Kami tiba di Makassar, kota para pemberani, sekitar pukul 12.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita).

Sesudah makan siang sebentar di rumah makan Paotere (berdiri sejak tahun 1994) milik Haji Daeng Pawano asal Pangkep, pukul 14.00 Wita, tanpa sempat ke hotel dulu,  rombongan langsung “gas pol” (menekan gas sekuatnya) meluncur untuk “meet the  press”.

Tujuan pertama,  ke Kantor Harian Fajar Makassar.  Di hadapan redaksi Fajar, Sekjen menyampaikan maksud dan tujuan kali ini datang bersama rombongan “besar” dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat ke Makassar. Pertemuan berlangsung sangat cair dan bersahabat. Sekjen seperti bertemu para sahabat lama dari kalangan dunia pers.

Catatan saya, Dr HP memang punya sejarah hidup yang sangat dekat dengan dunia pers. Dia sendiri bahkan pernah menjadi Anggota Dewan Pers, lembaga yang mengawasi penerapan kode etik jurnalistik di Indonesia.

Berdasarkan rilis resmi dari website Dewan Pers, nama Dr HP ini ditempatkan di urutan 10 mantan anggota Dewan Pers sejak tahun 2000 s/d 2010. Di atasnya hanya ada tokoh dan nama-nama besar di dunia pers Indonesia yang sudah sangat bereputasi. Seperti di urutan 1, misalnya, ada nama Goenawan Mohamad, Jakob Oetama, Surya Paloh, Azkarmin Zaini, Benjamin Mangkoedilaga, Ichlasul Amal, dan seterusnya. Di urutan ke-10 ada nama Hinca Pandjaitan.

Kembali ke kunjungan Redaksi Fajar. Dipimpin Dr HP, kami (rombongan Demokrat) kemudian diterima dengan sangat hangat. Di ruangan sangat besar pula, di lantai ke-4 Kantor Redaksi Fajar. Di sinilah kemudian Dr HP menjelaskan maksud kedatangan ke Makassar. Dengan bahasa sangat menarik, dan layak HL (head line), istilah Dr HP, disampaikan,

”Sulsel ini buat Demokrat sangat serius. Setiap tindakan dan ucapan kami selama 3 hari ini di Sulsel layak halaman 1. Layak HL. Agar tidak kehilangan berita sangat menarik ini, Fajar rasanya wajib terus mendampingi dan meliput rangkaian kegiatan kami. Saya, mewakili Ketua Umum Demokrat Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono),  akan melantik “Raja baru Demokrat” untuk Sulawesi Selatan bertempat di Rumah Susun Lette, Mariso, Minggu (2/4/2017). Karena ini Raja maka harus ada rakyatnya. Semakin banyak rakyatnya maka semakin rajalah dia.”

Lema atau frasa “Raja Demokrat Sulsel” disambut tawa seisi ruangan. Termasuk tawa dari Pak Ni’matullah selaku Ketua DPD-PD, “Sang Raja Demokrat Sulsel” yang akan dilantik.

Dalam rombongan ke Redaksi Fajar hadir Syamsu Rizal, atau akrab dipanggil “Daeng Ical”, Wakil Walikota Makassar.  Ia adalah Sekretaris DPD-PD yang akan mendampingi Pak Ni’matullah memimpin dan membesarkan Demokrat di Sulawesi Selatan dalam lima tahun kedepan.

Memang betul. Sebagaimana pelantikan Ketua DPD-PD di berbagai provinsi lain, pelantikan Demokrat Sulsel diadakan di luar ruangan. Bukan di dalam gedung. Bukan di hotel berbintang lima dan dipertontonkan ke hadapan publik.  Bukan seperti biasanya pelantikan pengurus partai dan organisasi lain. Pelantikan pengurus Demokrat Sumsel digelar di  Rumah Susun Kampung Lette, Mariso, Makassar.

Bagaimana keadaan rumah susun ini? Bagaimana suasana pelantikannya? Dalam laporan berikut akan saya sarikan kepada pembaca.

Selesai sudah pertemuan di Redaksi Fajar.  Berikutnya, pukul 16.00 Wita, kami menuju Kafe Kaureja Medika, di Pusat Pertokoan IDI, Makassar. Di tempat ini, Sekjen Demokrat telah ditunggu sebuah acara diskusi yang diberi judul “Ngopi”. Akronim dari “Ngobrol Politik dan Bola”. Diskusi ini sendiri disiarkan live di Radio Merkurius FM dan Celebes TV.

Dalam diskusi “Ngopi” inilah kemudian Dr HP berujar, politik punya banyak persamaan dengan bola. Di bola kita butuh melakukan “talent scouting”. Mencari bakat-bakat pemain baru. Sedangkan di politik, saya berharap, melalui Demokrat lahir talenta-talenta politik baru di Sulsel.

Dengan mengutif nama Andi Ramang (mantan penyerang PSM Makassar dan Tim Nasional yang sangat terkenal. Yang pernah mengharumkan dan mengantarkan PSM menjadi juara Perserikatan), Dr HP menyampaikan: “Saya berharap, di Sulsel lahir ‘ramang-ramang’ politik baru, dari Karebosi sampai Karebesar. Yang berkontribusi dan mengharumkan nama Sulawesi Selatan”.

Di acara yang juga dihadiri Syamsudin Umar, mantan pemain dan pelatih PSM, Sekjen juga menyampaikan ke audiens yang hadir di Kafe Kaureja bahwa “memenangkan pertandingan bola dengan pertandingan politik hampir punya variabel sama. Kita harus punya strategi hebat. Stamina. Tentunya juga supporting. Suporter!

Selesai “ngobrol politik dan bola”, hari mulai gelap. Tepatnya pukul 17.45. Kami lanjut lagi. Berpindah. Melakukan “meet the press” berikutnya. Berkunjung ke Redaksi Koran Tribun Timur, Makassar. Kami diterima Wapemrednya, Pak Ronald Ngantung dan Thamzil Thahir serta Redaktur Politik, Mansur AM.

Ketua Departemen Urusan DPR DPP-PD Jansen Sitindaon, Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP-PD Imelda Sari, dan Wakil Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP-PD Boyke Novrizon saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat (31/3). (Foto: twitter/isari68)

Di hadapan para Redaktur Tribun Timur, Dr HP kembali menyampaikan maksud kedatangan DPP Partai Demokrat ke Makassar.

“Kami datang dari DPP lengkap sekali. Ketua DPD Demokrat Sulsel akan dilantik dihadapan rakyat. Inilah jalan kami Partai Demokrat melawan Deparpolisasi. Agar semua orang (kembali) mencintai partai politik. Kalau tidak mencintai minimal jangan membenci. Dan pelantikan langsung di hadapan rakyat. Ini wajib diliput Tribun Timur. Tidak ada rasanya yang bisa mengalahkan moment ini di halaman depan koran anda. Menjadi HL,” Inilah yang disampaikan Dr HP.

Sebelum kami berlalu dari ruang Redaksi Tribun Timur, dengan bergurau Dr HP menyampaikan, “Kami partai politik, pemburu suara. Saudara media, pemburu berita. Kita ini sesungguhnya sama-sama pemburu. Tribun itu artinya melihat dari atas. Liput acara kami ini 48 jam ke depan. Karena semua yang akan kami lakukan jam per jam ke depannya ini, sampai nanti puncaknya pelantikan di hari Minggu dirumah susun, semua layak menjadi berita.”

Selepas dari Tribun Timur,  jam menunjukkan pukul 18.30 Wita. Namun bagi Sekjen Demokrat dan rombongan ini belumlah jam istirahat.  Dr HP menyampaikan kepada kami, “Kita lanjut lagi “meet the press” berikutnya.“

Berangkatlah kami dari kantor Tribun Timur ini menuju Celebes TV.

Tiba di Celebes TV, milik group Bosowa. Tanpa lelah. Dan tetap dengan nada kalimat “firm”, Sekjen kembali menjelaskan dengan detail seluruh acara dan rangkaian kegiatan Demokrat di Sulawesi Selatan, selama 48 jam ke depan. Sampai puncak pelantikan di Rumah Susun Kampung Lette.

Sekjen menyampaikan, setiap peristiwa politik Demokrat dua hari ke depan ini jangan sampai terlewatkan Celebes TV.

“Kirimlah wartawan dan kameramen terbaikmu meliput acara kami. Kuyakinkan kau, dengan meliput pelantikan Demokrat, ratingmu akan naik. Ini juga bentuk keberpihakan Celebes TV kepada rakyat kecil,” urai Sekjen Dr HP kepada Anas, Pemimpin Redaksi Celebes TV.

Selepas dari Celebes TV, waktu menunjukkan pukul 19.30 Wita. Namun perjalanan belum usai. Masih ada agenda berikut. Sekjen dan rombongan kembali “gass pol” untuk “meet the press” ke Kantor Redaksi Media Online Terbesar di Sulawesi Selatan: rakyatku.com.

Tiba di Jalan Pelita 2, Makassar, kantor rakyatku.com, kami diterima Mulyadi, pemimpin redaksi. Mulyadi kemudian menjelaskan kepada kami, pembaca rakyatku.com telah menembus rata-rata 200 ribu viewers per hari.

Sekjen menyampaikan,”Demokrat sangat menghormati media. Untuk itulah, sampai malam masih datang ke rakyatku.com, guna bertemu teman-teman. Tadi kami telah datang ke redaksi media cetak dan televisi. Dan tidak paripurna rasanya kalau kami tidak datang ke rakyatku.com sebagai perwakilan media online terbesar di Sulawesi Selatan. Soul politik bagi kami adalah narasi. Bercerita! Sama dengan media. Yang akan menceritakan setiap kejadian melalui liputannya kepada para pembaca.

“Media online kekhasannya adalah meliput setiap kejadian secara real time. Kami meminta rakyatku.com menurunkan beberapa wartawan secara khusus meliput setiap kegiatan Demokrat selama di Sulawesi Selatan. Jam per jam, kejadian per kejadian.”

Permintaan Sekjen ini kemudian diamini Mulyadi. Dari 41 jumlah wartawan rakyatku.com, beberapa akan diturunkan khusus meliput semua kegiatan Demokrat di Sulawesi Selatan.

Selepas dari kantor redaksi rakyatku.com, kegiatan bersama Sekjen belum juga usai. Waktu telah menunjukkan pukul 20.30 Wita. Tujuan kami berikutnya adalah “Pasar Segar”. Sama seperti namanya. Pasar ini memang betul-betul “segar”. Karena inilah tempat berkumpulnya “muda-mudi” Makassar. Tempat nongkrongnya anak-anak muda. Dari para mahasiswa sampai pekerja.

Di pasar ini, dicanangkan “Demokrat Melayani”. Seluruh pengurus dan kader Partai Demokrat tidak terkecuali Sekjen, turun langsung melayani seluruh pengunjung Pasar Segar. Melayaninya, mulai dari mengambilkan minuman, makanannya, bahkan sampai membayarkan pesanannya ke kasir. Seluruh kader Demokrat di Pasar Segar ini betul-betul jadi pelayan sungguhan. Semua dipakaikan celemek (kain yang biasa dipakai memasak), namun bagian depannya tertulis “Demokrat Melayani”.

Dalam fragmen membaur dengan pengunjung, saya melihat sekolompok anak muda sedang mengerjakan skripsi. Sekjen menghampiri mereka. Kemudian menyampaikan “silakan kerjakan skripsimu. Dan 2 jam ke depan saya akan sepenuhnya melayanimu”.

Sama seperti dilakukan Sekjen. Di bagian meja lain terlihat pak Ni’matullah melakukan hal yang sama. Melayani masyarakat di meja-meja yang tersebar.

Daeng Ical, sehari-hari bertanggungjawab terhadap Pasar Seger karena jabatannya selaku Wakil Walikota Makassar. Kedatangannya mengangetkan banyak warga. Tiba-tiba Wakil Walikota hadir di hadapan mereka, memakai celemek dan melayani segala kebutuhan makan minum mereka.

Dengan tagline “muka ceria. kita senang. kita melayani”, sampai pukul 23.00 Wita, seluruh kader Demokrat melayani warga Makassar di Pasar Segar.

Barulah seusai kegiatan di Pasar Seger, rombongan dari Jakarta masuk ke hotel untuk beristirahat. Sebelum masuk ke kamar yang telah dibagi, di lobi hotel, Dr HP memimpin briefing. Rapat persiapan untuk kegiatan esok.

Luar biasa energi Sekjen Partai Demokrat Dr HP membesarkan partai. Hanya itu yang bisa saya katakan melihat apa yang telah kami lakukan. Berangkat dari Jakarta Jumat pagi, masuk hotel di Makassar Sabtu dini hari! Semua untuk kebesaran Partai Demokrat..

Makassar 1 April 2017

*)Ketua Departemen Urusan DPR DPP-PD

(dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.