Menebus Rindu Rakyat, Demokrat Kendurian dalam Semangat Isra Mi’raj

Presiden RI ke-6, yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sambutan dalam peringatan Isra Mi’raj dan Kendurian Demokrat di Sekretariat DPC-PD Kota Batam, Batam Centre, Kepulauan Riau, Senin (24/4). (twitter/hincapandjaitan)

Oleh : Ferdinand Hutahaean*)

Jangan ke laut tanpa perahu

Topan dan badai kan berlalu

Jangan ditanya rindu SBY padamu

Karena rindu SBY bergemuruh bagai lautan biru

Isra dan Mi’raj adalah Dua peristiwa berbeda yang memiliki makna besar dalam perjalana kenabian Muhammad SAW. Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW yang diberangkatkan oleh Allah SWT Masjidil Haram ke Masjidil Agsa dan Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad hingga ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Dua perjalanan besar kenabian itu dilakukan oleh Nabi Muhammad hanya dalam satu malam. Perjalanan itu pulalah yang menghasilkan kewajiban Shalat 5 waktu bagi umat Islam seluruh dunia.

Semangat perjalanan kenabian itulah yang menjadi semangat dan nyawa perjalanan Keliling Nusantara yang dilakukan Demokrat saat ini.

Dengan menjadikan Perjalanan kenabian yang menghasilkan kewajiban iman Shalat 5 waktu itu jugalah maka Demokrat juga ingin perjalanan Keliling Nusantara menghasilkan kewajiban nasionalisme bagi seluruh kader Demokrat maupun simpatisannya untuk bekerja mengabdi kepada nusa dan bangsa.

Perjalanan yang diharapkan menghasilkan kader yang penuh semangat untuk terus semakin dekat dengan rakyat, peduli kepada penderitaan rakyat dan selalu menjadi solusi bagi masyarakat.

Presiden RI ke-6, yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono memotong nasi tumpeng atau nasi besar (istilah Melayu) dalam peringatan Isra Mi’raj dan Kendurian Demokrat di Sekretariat DPC-PD Kota Batam, Batam Centre, Kepulauan Riau, Senin (24/4). (twitter/hincapandjaitan)

Kendurian Demokrat hari ini di Batam tanggal 24 April 2017 adalah bagian dari Perjalanan Demokrat Keliling Nusantara. Kenduri artinya adalah perjamuan untuk memperingati peristiwa dan meminta berkah. Demokrat mengenang Isra Mir’aj Perjalanan Kenabian  Muhammad SAW, dan untuk itulah Demokrat berkumpul bersama rakyat Batam di depan kantor Sekretariat DPC DEMOKRAT KOTA BATAM yang bertempat di Ruko Batam Centre melakukan kendurian yang dihadiri oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Presiden RI Ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Banyak hal menarik yang disampaikan oleh SBY dalam sambutannya saat kenduri Demokrat kali ini.

“Dalam kehidupan ini, ada 3 predikat yang kita sandang sebagai manusia. Yang pertama, manusia sebagai Umat Hamba Allah, Kedua, manusia sebagai Warga Negara, dan Ketiga manusia khusus untuk kader Demokrat, adalah sebagai Putra Putri Demokrat. Saya ingin 3 predikat ini kita jalankan sebagai tugas pengabdian kita. Marilah pula kita jaga marwah kehormatan dan harga diri kita.”

Begitulah SBY menyampaikan pesan Isra Mi’raj dihadapan kader, simpatisan dan warga masyarakat yang hadir dalam acara kendurian tersebut.

Selain pesan Isra Mi’raj tersebut, SBY pun menyelipkan pesan politik tentang sikap dan posisi Partai Demokrat.

Partai Demokrat adalah Partai Penyeimbang, Jangan ganggu Demokrat, karena Demokrat tidak akan pernah mengganggu partai lain. Demikian SBY menegaskan pendirian sikap politik Partai Demokrat.

Presiden RI ke-6, yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal DPP-PD Hinca Pandjaitan foto bersama anak-anak yatim dalam peringatan Isra Mi’raj dan Kendurian Demokrat di Sekretariat DPC-PD Kota Batam, Batam Centre, Kepulauan Riau, Senin (24/4). (twitter/hincapandjaitan)

“Demokrat akan mendukung Pemerintah dalam kebijakan yang baik dan berpihak kepada Rakyat, namun sebaliknya Demokrat juga akan mengkritisi dan memberikan masukan apabila kebijakan Pemerintah tidak berpihak kepada rakyat.” SBY melanjutkan pesan politiknya terhadap kader dan simpatisan.

Diantara deretan acara singkat kendurian Demokrat tersebut, ada yang menarik dari ceramah Ustadz H.Djamaludin Nur yang menjadi pembicara siraman rohani. Ustadz Djamaludin Nur diluar dugaan punya pandangan sendiri tentang Demokrat.

“Partai Demokrat adalah Partai Tengah. Yang menyelesaikan ke kiri dan menyelesaikan ke kanan, tidak ke kiri tidak juga ke kanan.”

Begitulah Ustadz Djamaludin melihat Partai Demokrat, menilai Demokrat bukan partai Kiri maupun Partai Kanan, tapi menjadi Partai Tengah yang menyelesaikan masalah ke kiri maupun masalah ke kanan. Ini pernyataan murni dari seorang masyarakat yang juga seorang Ustadz. Penilaian murni dan bersih serta jernih karena Ustadz Djamaludin Nur bukanlah seorang kader Demokrat.

Rindupun terbayar sudah di Batam. Rindu yang tak sudah dari rakyat Batam terobati dengan kehadiran SBY. Demikian juga rindu SBY kepada Rakyatnya terbayar meski tak lunas karena rindu tak sudah meski sudah berjabat tangan, rindu tak sudah meski sudah bertatap wajah dan bertegur sapa, karena rindu terdalam bukan hanya sekedar rindu sosok SBY tapi rindu suasana era 10 tahun SBY jadi Presiden.

Mungkinkah era itu akan kembali berjaya?

Kita teruskan berlari menuju Indonesia Emas 2045 bersama AHY, maka era yang dirindukan itu akan kembali dan bahkan lebih baik.

Batam, 24 April 2017

*)Komunikator Politik Partai Demokrat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.