Obituari Pendek: Jenderal yang Selalu Tersenyum

Wabendum Demokrat Brigjen TNI (Purn) Siswanto

Selamat jalan Om Siswanto.. Om sekarang sudah tenang bersama Bapa di Surga. “Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusiaā€¯ ( 2 Korintus 5:1). Selamat jalan Om..

—–

Pribadi yang murah senyum, hangat, tenang dan “ngemong”. Serta pendoa yang sangat baik. Itulah ingatan terdalam saya terhadap Om Sis ini.

Tahun lalu, dalam rangkaian menyambut Pilkada Jakarta, DPP Partai Demokrat mengadakan Natal Nusantara yang menghadirkan ribuan orang dan melibatkan begitu banyak komponen masyarakat Jakarta. Dalam rangkaian kegiatan itulah persentuhan ter-intens saya dengan om Sis. Di beberapa rapat persiapan Natal inilah kami dan banyak teman lainnya sering bertemu dengan beliau. Baik sebelum rapat dimulai atau sesudah rapat selesai dilakukan, Om Sis lah yang beberapa kali membuka atau menutup rapat tersebut dengan doa.

Khusus kaitannya dengan bertutur, Om Sis ini adalah pribadi yang sangat ngemong, “ke-bapakan” dan tutur katanya lembut sekali. Padahal dari jarak umur, kami yang muda-muda ini jelas jauh sekali dengan beliau. Di dalam rapat, karena saking semangatnya, sering kami yang muda-muda masih “ngrasa-ngrusu”, namun Om Sis selalu tenang meladeninya dan bahkan sambil tersenyum. Senyum khas Om Sis ini jugalah yang terbayang di pikiran saya ketika menuliskan bagian ini. Di hari-hari kedepan, pasti kami semua akan sangat merindukan senyum Om ini.

Dengan “ke-jendralan” dan senioritasnya, didalam rapat-rapat tersebut, satu kata keras aja keluar dari mulut beliau, pastilah kami semua sudah diam. Namun jalan yang Om Sis pilih adalah mendengarkan. Sungguh memori saya mundur kembali jauh ke belakang, mengingat bagian ini. Beliau jugalah adalah sosok Ayah pendengar yang baik untuk kami semua kader Demokrat yang muda-muda ini.

Selamat jalan Om… Kenangan akan Om adalah kenangan yang tak akan mudah terhapus dari memori. Kami akan terus merindukan Om Sis. Terimakasih untuk semua bimbingan dan arahan Om selama ini. Kami Demokrat pasti akan rindu mendengar doa-doa yang biasa Om Sis panjatkan untuk kita semua.

Teruslah tersenyum dari atas sana untuk kami semua Om. Teruslah.. dan teruslah tersenyum..

Selamat Jalan Jenderal..

(Jansen Sitindaon)