Peringati HUT, Demokrat Jakarta Tabur Bunga hingga Luncurkan Website

Demokrat DKI Jakarta menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memperingati HUT Partai Demokrat ke-16. (Foto: MCPD/OmarTara)

Jakarta: Dalam rangka semarak HUT Partai Demokrat ke-16 (lahir 9 September 2001) DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menyelenggarakan berbagai kegiatan.

Beragam kegiatan itu diawali pada 9 September 2017 di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan dengan melakukan Upacara peringatan HUT Partai Demokrat dan tabur bunga serta doa kepada para pahlawan nasional yang telah gugur dalam medan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Rangkaian acara perayaan HUT Partai Demokrat berikutnya diadakan di Tugu Proklamasi yang berlangsung dari tanggal 28-30 September 2017 dengan berbagai kegiatan diantaranya adalah bazar, perlombaan tari Betawi, photography, puisi, senandung musik jalan. Selain itu ada pula pelayanan publik seperti pembuatan KTP, Akta, dan perpanjangan SIM.

Turut hadir dalam acara pembukaan rangkaian perayaan HUT Partai Demokrat oleh DPD Partai Demokrat DKI Jakarta di Tugu Proklamasi yaitu Bendahara Umum DPP Partai Demokrat dr Hj Indrawati Sukadis MSi, Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Fariani Sugiharto, istri almarhum Ketua Umum Partai Demokrat periode 2005-2010 Mastuti Rahayu Hadi Utomo, Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Santoso, Sekretaris DPD Partai Demokrat DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Misan Samsuri, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Sylviana Murni, Anggota Fraksi Partai Demokrat DKI Jakarta, kader dan simpatisan Partai Demokrat DKI Jakarta.

Puncaknya pada 30 September 2017 ada kegiatan “jalan sehat bersama AHY” serta Launching Website DPD Partai Demokrat DKI Jakarta. Semaraknya acara HUT tersebut, juga dapat dilihat dengan berbagai hadiah yang akan diberikan, termasuk doorprize berupa 1 buah motor bagi yang beruntung mendapatkannya.

Hal yang terlihat baru dan menarik dari perayaan HUT ini adalah launching website dan berbagai aplikasi sosial media yang digunakan sebagai medium informasi dan interaksi antara masyarakat atau konstituen dengan para jajaran pengurus DPD Partai Demokrat serta anggota DPRD dari Fraksi Demokrat DKI Jakarta.

Taufiqurrahman SH, selaku ketua Fraksi sekaligus penanggung jawab launching website dan sosial media tersebut menjelaskan bahwa penggunaan sosial media merupakan sebuah keniscayaan ditengah kebutuhan informasi dan pemanfaatan teknologi informasi saat ini, selain itu ini menjadi suatu prasyarat dalam mendukung sistem partai modern sebagai sebuah adaptasi dari perkembangan globalisasi.

Taufiq menambahkan bahwa website demokratdki.or.id yang dilaunching ini memiliki perbedaan dengan website lainnya, karena selain menampilkan struktur dan profile para pengurus DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, anggota Fraksi, serta berita-berita terkait kegiatan DPD Partai Demokrat DKI Jakarta juga ada kolom opini yang dapat diisi oleh siapa saja yang memiliki ide/gagasan tentang pembangunan di DKI Jakarta.

Selain itu ada pula kolom aspirasi dan kebijakan publik berisi data regulasi kebijakan pemerintah provinsi DKI Jakarta yang dapat di download oleh siapa pun juga yang membutuhkan, tentu ini menjadi hal yang menarik sebagai informasi publik yang bermanfaat tidak hanya bagi para kader, simpatisan dan pengurus tetapi juga bagi masyarakat Jakarta pada umumnya.

Mujiono sebagai anggota Fraksi Partai Demokrat yang banyak memberikan sumbangsih pemikirannya dalam hal ini menjelaskan bahwa saat ini sedang mendiskusikan tentang program e-aspiration sebuah gagasan yang memanfaatkan aplikasi berbasis internet untuk menyampaikan kritik, keluhan dan masukan masyarakat tentang pembangunan di DKI Jakarta.

Aplikasi ini dengan mudah dapat download baik melalui Playstore atau Appstore yang kemudian aspirasinya nantinya dapat kita tindaklanjuti dengan para stakeholder terkait baik melalui Fraksi Partai Demokrat di DKI Jakarta yang tersebar di berbagai alat kelengkapan dewan (AKD) atau pun dengan para Satuan Kerja perangkat Daerah (SKPD) terkait.

“Pada aplikasi sosial media kita menggunakan Facebook (DemokratDKI),Fanpage (Partai Demokrat DKI Jakarta), Twitter (@demokratdki) serta instagram (Demokratdki), prinsipnya kita ingin membuat interaksi langsung dengan masyarakat, dekat dan mendengarkan langsung apa yang menjadi harapan mereka karena itulah Partai Demokrat hadir, peduli dan beri solusi bagi masyarakat. Jangan lupa like, comment dengan tagar #HUTPDDKI dan #AHYTheNextLeader,” tutup Mujiono.

(rilis/OT/dik)

 

8 comments

  • KERASTASE 卡詩 【絲光柔馭系列】絲光柔馭露的商品介紹 KERASTASE 卡詩,絲光柔馭系列,絲光柔馭露

  • PERTH’S KEY 栢司金 【身體護理系列】天竺葵杜松輕盈體霜的商品介紹 PERTH’S KEY 栢司金,身體護理系列,天竺葵杜松輕盈體霜

  • PANTENE 潘婷 【3分鐘奇蹟系列】3分鐘奇蹟護髮精華素-燙染護髮精華的商品介紹 PANTENE 潘婷,3分鐘奇蹟系列,3分鐘奇蹟護髮精華素-燙染護髮精華

  • Middlesbrough boss Tony Mowbray is ready to move for West Brom striker Ishmael Miller after Leroy Lita’s departure to Swansea, but Nottingham Forest will provide competition. Middlesbrough target Albion striker Miller following Lita exit

  • It was a moment that perfectly summed up Liverpool’s latest vexing afternoon in a season of increasing frustration. Kenny Dalglish had just finished batting away questions on his side’s 0-0 draw with Stoke City. Dalglish endures another frustrating afternoon in a difficult season

  • Read our in-depth iPhone XS Max review
    Read our hands-on iPhone XR review
    link
    Read our hands-on Apple Watch 4 review
    iPhone XS price and release date
    iPhone XS

  • A court has ruled that the building is illegal, and the €57 million ($64 million) Chateau Diter will now have to be knocked down.
    Property developer Pierre Diter, who owns the chateau in the town of Grasse, in Southern France, has 18 months to raze the building and faces a fine of €200,000 ($226,000), Pierre-Jean Gaury, attorney general at the court of appeal in Aix-en-Provence, told CNN.
    “Patrick Diter was accused of having executed important works on a land without authorization,” said Gaury.

  • Despite residing in Germany for nearly 30 years, there are still some things I cannot wrap my mind around. I may have married a German, pay German taxes, and have German(-American) children, but I guess my US mentality still shines through.

    Like when it comes to personal space. I’ll be standing in the supermarket, in front of a shelf full of products, deliberating over the selection, and inevitably a hand will slip itself in front of my face and grab an item from the row. Many Germans seem to not have any qualms about this at all, but it still takes me aback sometimes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.