PEW dan Moralitas Politik

Ketua BP-OKK DPP-PD Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo memberi aragan sebelum membuka Muscab Serentak DPC-PD se-NTB di Selaparang Ballroom, Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, 4 September 2017 malam. (MCPD/OmarTara)

Oleh : M Zakiy Mubarok

Lugas dan Bernas. Setidaknya dua hal itu pantas dilekatkan pada Ketua BPOKK Partai Demokrat, Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo (PEW). Pesan politik yang disampaikannya mudah diterima. Namun tetap menjaga ketajaman dan ketegasan.

Hal itu tercermin saat PEW menyampaikan arahan dan sambutannya pada acara pembukaan musyawarah cabang (Muscab) bersama DPC Partai Demokrat se-Nusa Tenggara Barat, Senin (4/9) malam di Hotel Lombok Raya Mataram.

Di hadapan ratusan kader, malam itu, PEW menyampaikan pesan-pesan politiknya dalam kerangka mengawal visi dan misi Partai Demokrat serta memperkuat kultur dan struktur organisasi. PEW sangat menyadari, untuk dapat memenangkan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019, selain dibutuhkan soliditas kader, pembenahan struktur organisasi hingga ke tingkat ranting adalah prasyarat utama dan penting.

Seperti biasa, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), itu selalu menegaskan tentang pentingnya mengedepankan nilai, etika dan moralitas politik. Bagi PEW, berpolitik berbasis dan berorientasi nilai, etika dan moralitas, jauh lebih penting, dibandingkan sekadar berkompetisi pragmatis dengan menghalalkan segala cara.

Karena itu, PEW antara lain mengingatkan, Muscab Bersama DPC Partai Demokrat se-NTB tidak boleh diwarnai dengan permainan politik uang atau sejenisnya, yang dapat dikategorikan melanggar nilai, etika dan moralitas politik. Jika hal itu dilakukan dan diketahui, PEW menegaskan, akan ada risiko yang mengiringi tindakan itu.

Pernyataannya itu bukan sekadar ucapan kosong. Sebagai pribadi yang menjunjung tinggi kejujuran dan integritas, PEW pernah membuktikannya. Mengutip buku Pramono Edhie Wibowo dan Cetak Biru Indonesia ke Depan (Qailqita Publishing : 2014) saat menjabat Kasad sejumlah pihak mengajaknya melakukan kongkalikong dalam pembelian main battle tank, Leopard. PEW pernah juga mau disuap Rp20 miliar ketika membeli alat bidik (keker) senapan. Alat itu harganya di pasaran Rp19 juta, namun ditawarkan kepadanya Rp25 juta. Si penjual berjanji memberikan Rp4 juta per pucuk untuk PEW dari rencana pembelian 5000 unit. PEW menolak rencana tidak jujur tersebut.

Kepada seluruh para pimpinan Partai Demokrat di daerah, PEW menekankan agar benar-benar dan sungguh-sungguh mengelola Partai Demokrat. Jangan memperhatikan kader hanya setiap lima tahun sekali atau saat momen-momen politik seperti Musda atau Muscab saja. Tidak sedikit dijumpai olehnya, kandidat incumbent yang tidak dipilih lagi oleh peserta Musda atau Muscab. Hal itu disebabkan, sebagian besar, karena tidak mengurusi kader dengan baik dan sungguh-sungguh.

Jika perhatian kepada kader atau pengurus hanya diperhatikan setiap lima tahun sekali atau hanya saat Musda dan Muscab, maka tak heran PEW, ada kalanya, menemukan suasana tegang menjelang pelaksanaan Muscab atau Musda Partai Demokrat. Menurutnya, suasana seperti itu tidak boleh ada. Dan tidak akan terjadi jika perhatian dan pembinaan dilakukan dengan sungguh-sungguh.

 

Kepada seluruh peserta Muscab Bersama DPC Partai Demokrat se-NTB, PEW mengajak untuk dijalani dengan suasana tenang dan penuh kebersamaan sebagai momentum untuk makin membesarkan Partai Demokrat.

Semua pihak harus memegang prinsip “siap kalah, siap menang”. Sembari mengatakan, kompetitor politik yang sesungguhnya bukanlah sesama kader, tapi yang ada “di luar sana”. Sebab itu, bagi yang terpilih menjadi ketua, hendaknya merangkul semua potensi internal kader yang tersedia. Dan bagi yang kalah, jangan meninggalkan ketua terpilih yang ada. Tetaplah bersama-sama menjaga kebesaran Partai Demokrat.

Muscab Bersama di NTB melibatkan 10 DPC se-NTB yang tersebar di dua pulau yakni Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Di Pulau Lombok masing-masing DPC Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupat Lombok Timur dan Kota Mataram. Sedangkan di Pulau Sumbawa Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.

Mataram 5 September 2017

1.113 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.