Pidato Lengkap Pembukaan Seminar Hari Perempuan Internasional 2018

Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono saat memberikan cinderamata kepada Presiden RI ke 6 yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam seminar Hari Perempuan Internasional di Gedung Nusantara IV, Komplek DPR RI Jalan Gatot Subroto, Jakarta Senin (19/3/2018). (Foto: Media FPD)

PIDATO PEMBUKAAN SEMINAR NASIONAL 

HARI PEREMPUAN INTERNASIONAL 2018 

 “MENGURANGI KEMISKINAN PEREMPUAN

MENUJU EKONOMI INDONESIA YANG KUAT

DAN BERKEADILAN”

 OLEH: EDHIE BASKORO YUDHOYONO 

KETUA FRAKSI PARTAI DEMOKRAT Bissmilahhirohmannirohim..

Ass. Wr. Wb..

Selamat Pagi dan Salam sejahtera untuk kita semua..

Om Swastiastu..

Namo Buddhaya..

Yang saya hormati, cintai dan banggakan

  • Presiden RI ke 6 yang juga selaku Ketua Umum Partai Demokrat Bapak Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono
  • Ketua DPR RI Bapak Bambang Soesatyo beserta wakil ketua DPR RI dan Para pimpinan MPR RI
  • Para Menteri Kabinet Kerja, Bapak Bambang Brodjonegoro selaku Menteri/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)
  • Ibu Prof. DR. Yohana Yembise, Dip.Apling., MA selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

 Yang saya hormati para narasumber, wanita – wanita luar biasa yang akan menjadi pembicara pada hari ini :

 

  • Ibu Hj. Melani Leimena Surharli selaku Presidium Kaukus Perempuan Parlemen

Republik Indonesia,

  • Ibu Devi Anggraini selaku Ketua Umum Persekutuan Perempuan Adat Nusantara Alinasi Masyarakat Adat Nusantara,
  • Ibu Aria Indrawati selaku Ketua Umum

Persatuan Tuna Netra Indonesia,

  • Ibu Nani Zulminarni, selaku Koordinator nasional Pemberdayaan Perempuan Kepala

Keluarga,

  • Ibu Bivitri Susanti, selaku Pendiri Pusat Studi Hukum & Kebijakan (PSHK) dan Sekolah Hukum Jentera, dan
  • Mbak Firliana Purwanti selaku Aktivis perempuan & Sekretaris Departemen

Perencanaan Pembangunan PD,

Yang saya hormati dan banggakan segenap anggota FPD DPR RI, Kader Demokrat, PIA FPD, Lembaga Penelitian, Organisasi Non Pemerintah, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, Mahasiswa/siswi dari berbagai Universitas, Organisasi Pemuda, Awak Media serta seluruh hadirin dan tamu undangan yang berbahagia..

Pertama – tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, kita dapat berkumpul dipagi hari ini dalam acara yang digagas oleh Fraksi Partai Demokrat DPR RI untuk memperingati Hari Perempuan Internasional 2018, Seminar Nasional dengan tema:

MENGURANGI KEMISKINAN PEREMPUAN MENUJU EKONOMI INDONESIA YANG KUAT

DAN BERKEADILAN”.

Bapak SBY dan para hadirin yang saya hormati

Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya atas kehadiran Bapak, Ibu dan tamu undang sekalian dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2018 yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2018. Seminar ini diselenggarakan untuk mendiskusikan dan saling bertukar pikiran secara konstruktif dengan seluruh pihak dalam memahami secara utuh potret perempuan di Indonesia, tantangan dan peluang apa yang dapat dikembangkan agar kaum perempuan dapat berkontribusi nyata untuk mengatasi kemiskinan menuju pembangunan ekonomi Indonesia yang kuat dan berkeadilan.

 Dari MDG’s hingga SDG’s, dunia terus membahas mengenai isu perempuan. Oleh karena itu seminar ini menjadi sangat penting, relevan dan “seksi” untuk dibahas dinegara kita dewasa ini.

 Behind every great man is not a woman, she is beside him, she is with him, not behind him “ –

Prof. Tariq Ramadan

 “Perempuan bukan hanya berada dibelakang kesuksesan seorang Laki-laki, tetapi perempuan itu       ada      disampingnya       dan      selalu ada

bersamanya, dalam sebuah keberhasilan”

 Bapak SBY, tamu undangan dan para hadirin yang saya banggakan

Dunia telah digetarkan oleh persistiwa – peristiwa penting sejarah oleh tokoh – tokoh perempuan seperti Joan Of Arc, Pocahontas, Amelia Earhart, Grace Hopper, Indira Gandhi, Hua Mulan, Benazir Bhutto, Mother Teresa, Cleopatra dan Hellen Keller. Tetapi kita juga mesti mengingat bahwa Indonesia juga sesungguhnya memiliki tokoh – tokoh perempuan yang sangat berpengaruh dimasanya seperti Gayatri Rajapatni dan Tribuana Tunggadewi yang merupakan bagian dari kejayaan kerajaan Majapahit, Malahayati dan Cuk Nyak Dien pejuang perempuan yang menjadi bagian dari peperangan melawan penjajah, dan tentu kita semua pasti sangat mengetahui tentang R.A. Kartini yang merupakan sosok pelopor kebangkitan perempuan yang menjadi insipirasi mengenai emansipasi wanita dalam pendidikan.

Gadis Yang Pikirannya Sudah Dicerdaskan, Pemandangannya Sudah Diperluas, Tidak Akan Sanggup Lagi Hidup Didalam Dunia Nenek

Moyangnya “ – R.A Kartini

Bapak SBY dan para hadirin yang saya muliakan..

Perempuan itu sangat penting dalam sebuah kehidupan. “Bahkan ada yang mengatakan

perempuan itu adalah tiang Negara”

Lalu Bagaimana Kondisi Perempuan Saat Ini??

Data World Economic Forum : the Global Gender Gap Report 2017 menunjukkan bahwa ketimpangan gender di Dunia semakin meluas sebesar 68% dari 144 negara. Sehingga diperlukan kebijakan inovatif untuk segera mempercepat kesetaraan Laki-laki dan Perempuan. Mengabaikan setengah dari potensi sumber daya manusia Indonesia akan berdampak negatif pada pembangunan. Di bidang ekonomi, pendapatan perempuan dan laki-laki Indonesia untuk pekerjaan yang sama masih timpang. Walau pembangunan Indonesia berhasil mengentaskan rakyat dari bawah kemiskinan sebesar 60% pada 1970an menjadi 12% di tahun 2012. Namun perempuan masih menerima upah 24% lebih rendah daripada laki-laki untuk pekerjaan yang sama. Sedangkan jumlah perempuan kepala keluarga di Indonesia terus meningkat dari 7,54% pada 1985 menjadi 14,87% pada 2015.

Mengacu pada kondisi ini, Fraksi Partai Demokrat memandang pembangunan ekonomi yang berkeadilan akan sulit tercapai jika faktor penyebab kemiskinan perempuan tidak segera diatasi. Sebagai partai yang memiliki ideologi inklusif, Partai Demokrat memberi ruang yang sangat besar untuk pemberdayaan perempuan dalam berbagai bidang. Kami percaya jika perempuan diberdayakan baik secara sosial, ekonomi, dan politik, maka dengan sedirinya akan berpengaruh besar pada tingkat kemiskinan.

Untuk itu kita ingin perempuan tidak hanya sekedar menjadi objek kemajuan tetapi harus bisa menjadi subjek dalam pembangunan ;

Pembangunan dalam rumah tangga..

Pembangun dalam pendidikan..”

“Pembangunan dalam Kesehatan..”

Pembangun dalam pekerjaan..

Pembangunan dalam sosial politik..” dan..

Pembangunan     dalam ekonomi    dan kesejahteraan..

Bapak SBY, tamu undangan, dan hadirin yang berbahagia…

 Kita    patut    bersyukur    karena    Pemerintahan

Presiden ke 6 RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berhasil membawa Indonesia diakui dunia. Indonesia memiliki profil dan kedudukan baik sebagai anggota G20, serta aktif dalam forum-forum MDGs dan SDGs. Indonesia juga di pandang Dunia Internasional serta sukses sebagai tauladan demokrasi. Ekonomi kita tumbuh, peran aktif perempuan semakin dirasakan dalam bidang Sosial, Politik, Pendidikan, Kesehatan, Seni, budaya, organisasi, usaha/bisnis, olahraga, UMKM, kepemimpinan, dan peran penting lainnya. Sebagai partai politik yang 10 tahun menjadi partai pemerintah, Demokrat dibawah kepemimpinan pak SBY telah melakukan banyak terobosan. Dengan peningkatan peran, proteksi dan keberdayaan perempuan melalui program –  program seperti PNPM Mandiri yang merupakan bentuk nyata intervensi negara terhadap kemiskinan yang terjadi di pedesaan khususnya untuk kalangan perempuan pemerintah meluncurkan program simpan pinjam perempuan dengan tujuan untuk memajukan ekonomi perempuan di pedesaan.

Kemiskinan juga harus diintervensi dari sudut kesehatan, karena perempuan yang sehat dan bahagia bisa menjadi energi positif untuk kemajuan. Untuk itu program Jampersal adalah program nyata untuk menekan biaya persalinan bagi ibu-ibu  yang melahirkan. Layanan biaya melahirkan gratis ini banyak menolong puluhan juta ibu – ibu di Indonesia. Selain program – program tersebut ada juga bantuan untuk Lansia, PKH, Beasiswa Pendidikan, Raskin, KUR dan banyak lainnya.

Dengan kata lain, telah banyak yang dilakukan secara konkrit  oleh pemerintahan Pak SBY dalam rangka mengurangi kemiskinan perempuan menuju ekonomi berkeadilan. Harapan kami Fraksi Partai Demokrat tentunya Presiden Jokowi dapat menjaga, meningkatkan dan melanjutkannya.

“ THE SECRET OF CHANGE IS TO FOCUS ALL OF YOUR ENERGY, NOT ON FIGHTING THE OLD, BUT ON BUILDING THE NEW ” –

SOCRATES

“ YANG PENTING NEGARA ADIL, RAKYAT SEJAHTERA ” – SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

 “YANG SUDAH BAIK LANJUTKAN, YANG BELUM BAIK DIPERBAIKI” – SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

 Bapak SBY dan Para Hadirin Yang Saya Hormati

Sudah banyak program – program terobosan yang telah dilakukan dan dirasakan oleh perempuan di Indonesia untuk mencapai cita – citanya.

Apakah sudah cukup?

Apakah perempuan sudah puas?

 Tentu tidak!

 Betul…Ternyata masih ada tantangan dan peluang yang mesti diselesaikan bersama.  Oleh sebab itu ada beberapa cara untuk memastikan perempuan bisa menjadi lokomotif pembangunan ekonomi Indonesia yang kuat dan berkeadilan.

  1. Perempuan harus sehat, memiliki rasa kasih sayang dan menjadi perekat keluarga, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungannya, karena kami menyakini dengan halhal tersebut seorang perempuan dapat memulai dan lebih termotivasi untuk berbuat banyak bagi kemajuan.
  1. Perempuan harus lebih semangat untuk lebih menuntut ilmu dan pendidikan dalam rangka menjadikan perempuan lebih terdidik, tangguh, dan memiliki solusi untuk kemajuan.
  2. Perempuan harus lebih mendapatkan kesempatan dan aktif di dunia pekerjaan dengan cara meningkatkan keterampilan sehingga mampu mengisi seluruh sektor pekerjaan dan posisi apapun.
  3. Perempuan harus memiliki keunggulan daya saing yang lebih, dalam mewujudkan kreatifitas dan inovasi baru sebagai alternatif peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.

“PERJUANGAN PANJANG BANGSA INI TERASA RINGAN JIKA DILAKUKAN BERSAMA-SAMA.

MARI SATUKAN LANGKAH DEMI KEMAJUAN.”

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Kita sudah mengetahui tantangan dan peluang bagi kaum perempuan di Indonesia untuk kita jadikan bahan diskusi bersama dalam seminar ini.

Sekali lagi saya mengapresiasi atas terselengaranya seminar ini sehingga akan dapat menemukan solusi, mencari cara untuk mempersiapkan kaum perempuan yang lebih terproteksi dan maju.

Pandangan para narasumber yang hadir pada seminar ini tentunya akan memperkaya pengetahuan dan wawasan kita semua dalam menyelesaikan tantangan dan menciptakan peluang kedepan.

Pak    Bambang    Brodjonegoro,    Bu    Yohana

Yembise, Ibu Melanie Suharli, Ibu Aria Indrawati sesuai dengan wewenang, tugas serta keilmuannya akan mengelaborasi kepada kita semua, tentang Kemiskinan, Perempuan dan Kebijakan Negara.

Ibu Devi Anggraeni, Mba Firli, bu Nani, Bu Bivitiri akan memperkaya pengetahuan dan wawasan kita semua tentang Proyeksi Ekonomi Indonesia 2045: Berbasis Pengalaman Perempuan.

Akhirnya dengan  memahami secara utuh mengenai tantangan dan peluang kaum perempuan di Indonesia, maka kita memiliki gambaran pandangan, aspirasi dan sudut pandang terhadap segala aspek didalam kehidupan kaum perempuan sehingga pembangunan manusia Indonesia bisa tepat sasaran, karena nasib dan masa depan bangsa dan negara juga sangat ditentukan oleh kaum perempuan yang mana nanti akan disampaikan pada Keynote Speech oleh Bapak SBY.

Akhir kata, Perempuan harus S14P lebih berperan dalam peningkatan keberdayaan menjadi bagian penggerak dan pemberi solusi dari pemajuan dan pembangunan kesejahteraan Indonesia dan Dunia.

Selamat    Hari    Perempuan    Internasional

2018…

PEREMPUAN      INDONESIA      AKAN      JADI

KEKUATAN YANG PEDULI, SETIA, RASIONAL, DAN INGIN BEKERJA KERAS UNTUK

MEMAJUKAN KEHIDUPAN MASYARAKAT 

SBY

Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pak SBY, Ibu Ani, para narasumber dan hadirin sekalian untuk mengikuti seminar ini. Dan sebagai penyelenggara izinkan saya untuk mengucapkan selamat berseminar, mari bertukar pikiran dengan jernih, semoga kita mendapatkan manfaat sebanyak – banyaknya dan berkontribusi secara positif bagi Indonesia tercinta.

Dengan membacakan BISMILLAHHIRRAHMAN

NIRRAHIM..,

SEMINAR     NASIONAL     HARI     PEREMPUAN

INTERNASIONAL 2018 :

MENGURANGI KEMISKINAN PEREMPUAN MENUJU EKONOMI INDONESIA YANG KUAT DAN BERKEADILAN “.

 SAYA BUKA… & TERBUKA UNTUK UMUM…

 (TOK….TOK….TOK)  

Demikian sambutan kami, mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dalam sambutan ini, atas perhatiannya kami haturkan  Terimakasih.

 Wass. Wr. Wb..