18 Tahun Demokrat, Meneguhkan Etika dan Ideologi Politik

Oleh: M. Zakiy Mubarok

Tak terasa, 18 tahun sudah usia Partai Demokrat. Di rentang waktu itu pula partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono (selanjutnya saya sebut Pak SBY) ini berjuang dan mengabdi untuk rakyat. Terlebih saat Pak SBY menjadi Presiden RI dua periode. Catatan prestasi yang ditorehkannya di negeri ini, banyak sekali. Tak cukup mengurainya di tulisan yang ringkas dan singkat ini.

Etika politik yang ditanamkan Pak SBY adalah bersih, cerdas, dan santun. Etika politik ini menjadi penawar hiruk pikuk politicking negeri yang kadang riuh sembari menjauh dari hal-hal yang tak substansial. Dinaungi ideologi politik nasionalis religius, Partai Demokrat makin terasa kehadirannya. Saat negeri ini nyaris terbelah baru-baru ini lantaran mengerasnya isu-isu suka, ras, dan antar golongan. Inilah sejatinya yang harus terus dikumandangkan dan diperjuangkan oleh kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia.

Kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia, tak boleh ragu sedikitpun dengan perjuangan politik berbasis etika dan ideologi tersebut. Jika hal itu telah menjadi nafas gerakan, maka Partai Demokrat bukan hanya menjadi partai masa depan kadernya. Tapi partai masa depan Bangsa Indonesia menuju masyarakat yang adil dan makmur penuh kedamaian dan kenyamanan. Inilah yang menjadi cita-cita Pak SBY mendirikan Partai Demokrat. Sebuah partai modern sejak dari pikiran dan tindakan. Struktur dan kultur politiknya.

Dalam melakukan aktivitas atau perjuangan politik, kader Partai Demokrat harus mengedepankan etika dan ideologi partainya. Etika dan ideologi politik inilah yang harus selalu tampil menjadi menu utama saat terlibat aktif dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua, kader demokrat, adalah chef nya. Menu ini tak boleh disimpan dalam etalase. Tapi harus dikeluarkan ke publik setelah melalui proses racikan di dapur bintang mercy. Tentu untuk disesuaikan dengan lidah dan daya cecap agar mudah diterima dan dicerna oleh masyarakat kita yang plural dari sisi ekonomi, budaya, sosial dan agama.

Etika dan ideologi itu harus saling mengiringi. Tidak saling mendahului. Bersisian kanan kiri. Perpaduan serasi etika dan ideologi, menjadi sinergi untuk menemukan hidup yang inti. Bukan hidup yang penuh basa basi. Mewujudkan kedaulatan rakyat yang sejati menuju kesejahteraan rakyat yang hakiki. Agar tak lagi menangis ibu pertiwi.

Mempraktikkan politik bersih, cerdas, dan santun yang dijiwai semangat nasionalisme serta religiusitas, adalah ciri yang harus melekat pada diri kader Partai Demokrat. Sosok pejuang politik ideal yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara saat ini dan masa depan.

Selamat hari jadi ke-18 Partai Demokrat. Selamat Ulang Tahun Pak SBY. Tuhan bersama kita semua.***