AHY dan “Gerakan Mari Berbagi”

Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (The Yudhoyono Institute)

Depok: Sekitar 600 anak yatim piatu dari sejumlah daerah di Jadebotabek sudah hadir di Club House, Mahogany Residence, Harjamukti, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, malam itu (16/09). Suasana bahagia dan santai terbersit jelas dari raut wajah mereka. Tepat pukul 20.00 WIB, acara pun dimulai. Semua yang hadir diminta berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Setelahnya, ayat-ayat Al Qur’an dan lantunan doa pun berkumandang, yang dengan segera mengganti suasana menjadi khidmat dan khusyuk. Semua yang hadir berharap kebaikan untuk dirinya, juga negeri ini dari Sang Pemilik jagad raya.

Setelah itu, Sujoko Panjaitan, Direktur Program Gerakan Mari Berbagi (GMB) memaparkan maksud dan tujuan dibentukan GMB. Menurut Sujoko, dientuknya GMB bertujuan untuk membangun suatu sistem solidaritas sosial dengan saling memberi kesempatan, berbagi kebahagiaan, berbagi keceriaan, berbagi pengalaman, dan berbagi rejeki kepada sesama manusia atas dasar kebersamaan dan persaudaraan.

Dan pada kesempatan itu pula GMB meluncurkan dan mengenalkan aplikasi GMB, dengan tujuan untuk mempermudah siapapun yang ingin membantu sesama dengan lebih maksimal.

Sujoko menambahkan, di era kemajuan teknologi seperti sekarang, dibutuhkan langkah tepat untuk menautkan para pihak yang ingin saling berbagi. “Gerakan Mari Berbagi adalah gerakan sosial yang dikelola oleh tenaga muda professional, dengan jaringan volunteer di Indonesia,” papar Sujoko.

Setelah itu, Sujoko Panjaitan pun kemudian memanggil Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk naik ke atas panggung. Pada kesempatan itu, Gerakan Mari Berbagi mendaulat AHY sebagai “Duta GMB”.

AHY menyambut baik dan menghargai tanggung-jawab yang diembankan kepadanya. Peraih penghargaan Adhi Makayasa – Tri Sakti Wiratama pada tahun 2000 silam dari Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri itu pun sangat mengapresiasi langkah untuk mengagas terbentuknya GMB.

“Bagi saya, ini tak hanya sebagai gerakan moral, tapi juga bentuk nyata kontribusi terhadap anak-anak yatim piatu,” tegas AHY.

Dan kepada anak-anak yatim yang hadir, maupun yang tidak berkesempatan diundang pada acara tersebut, pria yang gaya dan penampilannya kerap menjadi trend setter anak muda ini menyatakan, “Saya hanya ingin menitipkan pesan pada adik-adik semua: jangan pernah merasa kecil hati, adik-adik punya masa depan yang baik. Kita ingin kalian tumbuh sehat dan berkualitas. Melalui pendidikan, kita bisa memerangi kebodohan dan memutus rantai kemiskinan”.

Pada kesempatan itu pula, AHY berharap agar masyarakat bisa lebih peduli dan lebih memerhatikan keberadaan dan nasib anak-anak yatim piatu. “Ini tanggung-jawab kita semua,” tegas peraih gelar Master of Public Administration dari Harvard University itu.

(goodnewsfromindonesia/dik)