Demokrat Siap Jadikan Kaum Perempuan sebagai Duta dan Jubir

Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan dan istri foto bersama panitia seminar bertema “Perempuan sebagai Sumber Energi dan Duta yang Baik bagi Partai Demokrat” di Wisma Proklamasi, Jakarta, Sabtu (31/8). (Foto: MCPD)

Jakarta: Para kader Partai Demokrat tak pernah kehabisan energi untuk mengibarkan panji-panji partainya. Kali ini para kader yang tergabung dalam Paduan Suara (Padus) dan Perempuan Peduli Demokrat menggelar seminar sehari di Kantor Pusat PD, Wisma Proklamasi 41, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (31/8).

Seminar yang dibuka pukul 09.00 WIB mengambil tema “Perempuan sebagai Sumber Energi dan Duta yang Baik bagi Partai Demokrat”.
Seminar dibuka Bendahara Umum DPP PD dr. Hj. Indrawati Sukadis, M.Si.

Lewat seminar ini Partai Demokrat mengukuhkan perannya sebagai partai yang mengakomodir kepentingan kaum perempuan. Bahkan lebih dari itu, Demokrat siap menjadikan kaum perempuan sebagai duta dan juru bicara partai. Karena kehadiran Demokrat bukan sekadar untuk memenuhi kuota 30 persen caleg.

Para narasumber yang hadir antara lain Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Anggota FPD DPR-RI Nurhayati Assegaf, Anggota Majelis Tinggi PD Nachrowi Ramli, Direktur Eksekutif DPP-PD Fadjar Sampurno, Wakil Ketua Umum DPP-PD M Ja’far Hafsah, Wakil Sekjen DPP-PD Andi Timo Pangerang, dan narasumber terakhir Sekjend PD Hinca Pandjaitan serta Mantan Menpora Andi A Mallarangeng.

Sekjend dalam seminar mengatakan, para kader Demokrat telah mengambil momen luar biasa untuk mengangkat derajat kaum perempuan dengan menggelar seminar ini.
Di usia Partai Demokrat yang mencapai 18 tahun, Demokrat seperti gadis yang sangat cantik sehingga membuat masyarakat tertarik mendekatinya.

Hinca juga mengingatkan bahwa inti dari seorang duta adalah kemampuannya untuk memahami perasaan rakyat.
Tidak sekadar bicara Hinca menghadirkan Bagas Kristopo (ketua ranting di Bandar Lampung) yang mampu membesarkan partai lewat jaringan laundry (bernama Blue Laundry) yang dikembangkannya. Lewat cara itu Bagas berhasil mengajak masyarakat menjadi kader Demokrat sekaligus memberdayakan perekonomian mereka.

Bagas mengatakan, ia melakukan hal itu karena terinspirasi dengan program pro-rakyat Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Sementara Andi Mallarangeng mengatakan, untuk menjadi politisi yang berprestasi, kader perempuan tidak mesti kehilangan feminimnya. Tidak harus seperti Margaret Thatcher, mantan PM Inggris yang dijuluki wanita besi. Bisa juga seperti Ibu Ani Yudhoyono yang sangat feminim tetapi juga sangat tegas.

Andi Mallarangeng bahkan mengingatkan hanya karena Ibu Ani turun langsung sebagai Wakil Ketua Umum PD di awal pendiriannya maka partai ini bisa selamat.

Seminar diramaikan fashion show, paduan suara, serta bazar.

(Iwan/Didik)