Dua Alasan SBY Sebut Penguasa Lampaui Batas

Foto dokumentasi saat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menjawab pertanyaan pers pada acara Pasar Murah Demokrat di Kantor DPP-PD, Wisma Proklamsi 41, Menteng, Jakarta Pusat, 7 Juni 2018. (Foto: DPP-PD)

Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut penguasa telah melampaui batas dan mencederai akal sehat. Partai Demokrat menjelaskan latar belakangnya.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinad Hutahaean menjelaskan ada dua peristiwa politik yang menjadi alasan pernyatan SBY via Twitter itu. Pertama soal Pilkada Jawa Timur, dan kedua soal pelantikan Komjen Pol Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat.

“Twit tersebut dasarnya adalah laporan-laporan yang diterima oleh SBY saat tiba tadi di Jawa Timur dalam rangka penguatan suara dan pemenangan Pilkada Jatim, yang mana Demokrat mengusung dan mendukung Pasangan Khofifah dan Emil Dardak,” kata Ferdinand kepada detikcom, Senin (18/6/2018).

Pasangan calon Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak diusung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, Partai NasDem, dan Partai Hanura. SBY mendapat laporan, pihak penguasa telah mencurangi pihak Khofifah-Emil. Padahal seharusnya pihak penguasa mampu menjaga netralitas di Pilkada.

“Laporan yang diterima saya dengar sendiri karena saya mendampingi SBY di Jawa Timur bahwa tampaknya ada tangan tangan dari penguasa yang turut bekerja dengan tidak menjaga netralitas aparat negara. SBY mendapat laporan bahwa pasangan Kofifah seperti dikerjai oleh tangan tangan kekuasaan. Maka itu kami akan cari kebenarannya dan akan berupaya menghentikan upaya upaya tidak netral tersebut,” kata Ferdinand.

“Aparat tidak netral dan cenderung berpihak ke pasangan yang didukung penguasa,” kata dia.

Selanjutnya, ada peristiwa politik di Jawa Barat yang ikut menjadi latar belakang cuitan SBY. Peristiwa itu adalah pelantikan Komjen Iriawan alias biasa disapa sebagai Iwan Bule menjadi Pj Gubernur Jabar

“Ditambah lagi penunjukan Iwan Bula sebagai Pj Gubernur Jabar yang potensi melanggar UU,” kata Ferdinand.

SBY menyebut “penguasa” sebagai objek keprihatinannya. Siapa gerangan sosok atau pihak penguasa yang dimaksud SBY?

“Jadi tidak perlu ditanyakan penguasa yang mana, penguasa jelas siapa orangnya siapa partainya,” ujar Ferdinand.

Sebelumnya, Ketum Partai Demokrat sekaligus Presiden ke-6 RI itu mencuit di Twitter soal hal ini. “Saya perhatikan, banyak penguasa yang lampaui batas sehingga cederai keadilan dan akal sehat. Mungkin rakyat tak berdaya, tapi apa tidak takut kpd Tuhan, Allah SWT? *SBY*,” cuit SBY sekitar pukul 12.00 WIB tadi.

(detik/dik)