Hinca Pandjaitan XIII: Hargai Warisan Leluhur dan Cintai Budaya

Medan: Anggota MPR/DPR RI  DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS mengajak kaum milenial agar dapat menghargai warisan leluhur dan mencintai budayanyaa sendiri. Dengan menjalankan ajaran leluhur niscaya akan dihormati oleh generasi berikutnya.

“Bhinneka adalah warisan leluhur yang menumbuhkan kebudayaan dan keberagaman. Barang siapa yang menjaga dan merawat serta memajukan ajaran leluhur akan dihormati kelak para generasi ke depan,” ujar Hinca Pandjaitan ketika melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yakni pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Jl Asahan Kec Siantar Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/8/2019).

Saat digelarnya sosialisasi tersebut turut dihadiri tokoh pemuda dari beberapa organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa dan ratusan masyarakat. Juga dihadiri beberapa ormas seperti, GMKI PMKRI HMI dan GMNI.

Disampaikan Hinca Pandjaitan yang saat ini membidangi Komisi III DPR RI itu, kepada generasi muda supaya tetap menjalankan nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai budaya perekat bangsa.

Untuk itu, 5 Falsafah Pancasila dalam rangka memajukan kebudayaan dan memajukan bangsa harus diterapkan. Untuk mengamalkan sila Ketuhanan yakni sikap menghormati antar pemeluk agama. Sila Kemanusiaan yakni menjunjung tinggi nilai kemanusiaan antar sesama. Sila Persatuan yakni mengedepankan persatuan bangsa di atas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan.

Sedangkan sila Permusyawaratan yakni menjungjung tinggi kehidupan yang demokratis dan menbudayakan gotong royong. Serta sila keadilan sosial yakni mewujudkan keadilan untuk mensejahterakan rakyat.

Pengamalan Pancasila tersebut dituntut agar generasi muda memiliki modal dasar untuk menghargai para ajaran leluhur dan cinta budaya dan tanah air. Sehingga tumbuh budaya membangun bangsa dan negara.

Pada kesempatan itu juga, kaum milineal diajak mencintai budaya “Maragat” (pencari air nira) yang dikomsumsi sebagai minuman kesehatan dan bukan memabukkan. Karena jiwa seorang “Paragat” (pelaku pencari air nira) pantas dicontoh yakni penyabar dan pengayom. Begitu juga dengan pemimpin bangsa ini agar dapat mencontoh perilaku paragat sebagai penyabar dan pengayom.

(Geosiar.com/dik)