Nyanyikan “Pelangi di Matamu” Bersama Gitaris Disabilitas, SBY Terkenang Kampanye 2004

Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Ani Yudhoyono disambut hangat ratusan warga saat mampir di kediaman tokoh Jabar, Umuh Muchtar di Sumedang, Kamis (22/3). (Foto: SBY Team)

Sumedang:  Gedung aula Islamic Center Kabupaten Sumedang bergemuruh saat Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melantunkan lagu “Pelangi di Matamu” bersama gitaris penyandang cacat (disabilitas) berbakat, Yana Mulyana, Kamis (22/3/2018) petang.

Sekitar 800-an tim pemenangan kampanye calon bupati Donny Ahmad Munir – Erwan Setiawan, hanyut terbawa suasana sembari ikut melantunkan lagu yang dipopulerkan band Jamrud tersebut.

“Saya amat terharu sekali. Adek kita Yana ini patut kita contoh. Dengan segala keterbatasannya, ia tetap semangat mengejar apa yang ia inginkan. Ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua,” ujar SBY.

Yana yang merupakan warga asli Sumedang, memang pernah mendapat penghargaan sebagai gitaris terbaik di Jawa Barat. Berkat kemampuannya, ia kerap bermain musik bersama sejumlah gitaris kondang Tanah Air, seperti Dewa Budjawa dan Eross Sheilla on 7.

Bahkan, gitaris papan atas dunia, Yngwie Malmsteen, pernah memuji penampilan Yana, melalui akun Facebook-nya pada 2015 silam.

Sebelum bernyanyi, SBY mengaku terkenang saat-saat kampanye sebelum menjadi Presiden RI ke-6. “Sebenarnya saya sudah lama tidak menyanyi. Lagu “Pelangi di Matamu” ini paling sering saya bawakan dulu saat kampnye Pilpres 2004,” ungkapnya.

“Semoga lagu yang membawa saya memenangi pemilihan pada waktu dulu ini, juga bisa mengantarkan Pak Donny dan Pak Erwan menjadi bupati dan wakil bupati Sumedang,” harap SBY.

Pada kampanye tertutup tersebut, Donny menjabarkan sejumlah visi misi yang dimilikinya kepada tim kampanye pemenangan yang terdiri dari koalisi empat partai politik, PPP, Demokrat, PAN dan PKB.

“Di Sumedang ini, ada lima persoalan yang dihadapi oleh warga. Yaitu kemiskinan dan pengangguran, pendidikan dan dekadensi moral, jalan-jalan yang rusak, minim investasi sehingga ekonomi jadi melambat dan belum maksimalnya kinerja aparatur birokrasi,” terangnya.

Guna mengatasi masalah itu, kata Donny, ia dan pasangan akan mengoptimalkan enam potensi yang dimiliki Sumedang. Potensi itu adalah sumber daya manusia (SDM) yang mencapai 1,2 juta jiwa, sumber daya alam (SDA) yang didominasi agro bisnis pertanian dan agro wisata, serta posisi geografis daerah yang berada di koridor Bandung – Cirebon, yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

“Kemudian, daerah ini memiliki sejarah Sumedang Larang yang pernah berjaya hingga menguasai hampir seperempat Pulau Jawa. Kita juga memiliki pusat ilmu pengetahuan dan teknologi Jatinangor dan terakhir, potensi kawasan ekonomi terpadu Jatigede,” pungkas Donny.

(rilis/dik)