Pakai Kaos “Jangan Golput”, AHY dan Annisa Gunakan Hak Pilihnya

AHY dan Annisa mengenakan kaus “Jangan Golput” saat memberikan suara di Pemilu Serentak 2019. (Kogasma DPP-PD)

Jakarta: Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggunakan hak pilihnya untuk Pemilu (Pemilihan Umum) 2019 di TPS 013, Jalan Wijaya Timur VI, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/4) pagi.

AHY yang didampingi istrinya, Annisa Larasati Pohan dan anaknya, Almira Tunggadewi Yudhoyono dengan kompak mengenakan kaos biru bertulisan “Jangan Golput”. Sesampainya di sana, AHY menyapa warga Petogogan berserta para awak media yang hadir, sebelum mengantre untuk menggunakan hak pilihnya di bilik suara.

Kepada rekan media yang hadir, AHY mengaku lega telah menyelesaikan tahap akhir dari kontestasi Pemilu di tahun 2019 ini.
“Lega rasanya setelah tujuh bulan kita menjalankan proses demokrasi yang luar biasa dinamisnya. Dari satu kota ke kota lainnya. Saya sendiri merasakan benar-benar betapa banyaknya tantangan di lapangan yang tidak ringan,” aku AHY.
“Saya sendiri bagian dari warga negara Indonesia akan terus bertanggung jawab atas demokrasi kita,” tambahnya.

Lebih lanjut lagi, AHY mengungkapkan alasan mengapa Ia mengenakan kaos “Jangan Golput” di hari spesial ini. Baginya, hak pilih tidak setiap kali bisa didapatkan, sehingga AHY mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama anak-anak muda, untuk bisa menggunakan hak tersebut sebagai bentuk partisipasi dalam menentukan masa depan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Anak muda, janganlah kita menyia-nyiakan hak atau kesempatan kita memberikan suara bagi masa depan Indonesia, yang insya Allah akan semakin baik lima tahun mendatang,” pesan AHY. “Kita rayakan demokrasi ini di tanggal 17 bersama-sama dengan satu tujuan, dengan harapan yang besar bahwa Indonesia itu ke depan bisa semakin sejahtera, adil dan bahagia warganya,” lanjut AHY.

AHY berharap, agar siapa pun yang terpilih, baik itu presiden dan wakil presiden atau wakil rakyat yang akan duduk di DPR RI, DPRD Provinsi Kabupaten/Kota, serta DPD RI, dapat menjadi pemimpin yang amanah, adil dan mencintai rakyat sepenuh hati. AHY juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga dan mempertahankan kerukunan bangsa ini.

“Setelah tanggal 17 ini, jangan lagi kita tersekat-sekat. Kita merasakan betul selama tujuh bulan ini terjadi perpecahan di antara kita karena perbedaan pandangan politik. Bahkan ada persahabatan dan hubungan keluarga yang terganggu hanya karena perbedaan pilihan dan sebagainya,” jelas AHY. “Setelah semua selesai, jangan sampai permusuhan itu diperluas atau diperpanjang. Mari segera kita rekonsiliasi kembali sebagai bangsa. Karena tugas kita sebagai bangsa jauh lebih besar dibandingkan hanya bergontok-gontokan karena perbedaan pilihan saat pilpres atau pemilu ini. Mudah-mudahan kita akan semakin baik ke depan, dan semoga lima tahun lagi kita dapat songsong masa depan yang lebih baik,” AHY menambahkan.

(AgusYudhoyono.com/dik)