Pemberantasan Korupsi di era SBY Tercatat Paling Progresif di Dunia

Oleh: Jemmy Setiawan*)

Jemmy Setiawan (ist)

Salah satu faktor dari sekian banyak alasan yang membuat Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) begitu dirindukan masyarakat Indonesia saat ini adalah bagaimana SBY memberi satu pendidikan kepada kita semua tentang arti penting menjaga sebuah komitmen.

Komitmen dalam penegakan hukum yang berkeadilan dan komitmen dalam pemberantasan korupsi.

SBY mengatakan penegakan hukum adalah kunci dari upaya pemberantasan korupsi, tentu yang SBY maksudkan adalah hukum yang adil yang penegakannya tanpa pandang bulu, kendati itu telah melukai tubuh kita sendiri.

SBY menelan “Pil Pahit” dari komitmen yang telah diikrarkannya. Oknum-oknum kader Partai Demokrat banyak bermasalah dengan KPK saat itu. Sapu bersih KPK telah mengurung elektabilitas Partai Demokrat hingga titik terendah. Banyak kalangan memperkiraan perolehan Partai Demokrat anjlok, namun SBY tak bergeser sedikitpun dari komitmennya.

Tidak pernah terbesit dalam pikirannya untuk melindungi kader-kadernya dan ingin melemahkan KPK, apalagi membubarkannya.

Di sini terlihat jelas komitmen SBY terhadap pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang adil dan konsisten.

Era SBY juga diterbitkan PP 99/2012 yang memperketat pemberian remisi. Hanya bagi koruptor yang berperan sebagai justice collaborator yang diberi kelonggaran, selebihnya tidak ada ampun.

Tak ada seorang koruptor pun yang diberi remisi, apa pun alasannya. Bagi SBY memberantas korupsi adalah tugas sepanjang hayat, korupsi adalah kejahatan luar biasa, yang penanganannya harus dilakukan dengan cara yang luar biasa pula.

Hukum bagi SBY adalah tentang kebenaran dan keadilan. Kader, kolega dan politik sekalipun tidak boleh mengubah itu. SBY adalah pemimpin yang memastikan hukum berjalan dan ditegakkan dengan memenuhi rasa keadilan

SBY-lah Presiden yang telah menaikkan skor Corruption Perceptions Index/ Indeks Persepsi Korupsi Indonesia menjadi yang terbaik di dunia. Data Stable Trend and Continue Increasing-ASEAN yang dirilis oleh KPK menunjukkan suatu trend yang sangat bagus pada Era SBY, dimana pencapaian IPK Indonesia, melampui pecapaian China, yang selama 19 tahun hanya bisa naikkan 5 poin dari 34 ke 39, jika dihitung dalam kurun waktu yang sama Indonesia naik dari 17 ke 38, naik 21 poin. Pada saat era SBY itulah naik secara signifikan yaitu 14 Poin .

Tentu itu adalah pencapaian paling progresif di dunia, saat itu. Pencapaian yang menembus batas paradigma tentang pemberantasan korupsi.

Di masa kepemimpinan presiden ke 5 Megawati hanya naik 1 poin dimasa jabatan Megawati yang terhitung singkat dan dimasa kepemimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) hanya naik 4 poin terhitung dari 2014 s/d 2018.

Padahal di luar sana orang menyebut “Jika suatu Negara ingin belajar memberantas korupsi, belajar ke Negeri China”.

Oleh karena itu, sepanjang kita masih memiliki objektifitas dalam hal melihat kerangka pemberantasan korupsi pada epicentrum yang luas, saya berkeyakinan mayoritas akan setuju, bahwa: SBY-lah pemimpin yang paling menjaga komitmennya untuk memberantas korupsi, merawat serta menjaga Lembaga KPK sebagai tulang punggung pemberantasan korupsi dari serangan apa pun, termasuk politik.

*)Ketua Departemen Urusan Komisi Pemberantasan Korupsi DPP Partai Demokrat