Politik adalah Seni

Tommy R. Arief (ist)

Oleh: Tommy R. Arief*)

Semua orang tahu, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Seni politik bukanlah pragmatisme politik.

Politik adalah seni memainkan peran. Sesuai dengan semangat jangka pendek, menengah atau jangka panjang.

Seni memainkan peran adalah pola mengelola sikap, cara berpikir dan bertindak. Untuk mencapai tujuan mulia dalam perpolitikan nasional.

Sebagai partai politik besar, Demokrat harus terus memainkan peran penting dalam peta politik Indonesia. Dalam perspektif seni peran, akan lebih baik dan terhormat jika Demokrat memainkan peran sentral di panggung utama. Bukan figuran di panggung kecil.

Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) paham betul hal itu. Beliau adalah seorang maestro politik. Sepuluh tahun sukses menjadi Presiden RI. Pak SBY adalah seorang jenderal pandai lulusan terbaik Akmil 1973.

Beliau sangat tahu apa yang harus dilakukan Demokrat kemarin, hari ini dan esok. Lebih dari apa yang bisa dipahami oleh semua pengurus dan kader Partai Demokrat.

Jadi mari kita apresiasi dan dukung apa yang dilakukan Sang Ketua Umum. Tidak perlulah berlagak nyinyir. Apalagi mencoba membangun dialektika baru yang sebetulnya hanya samar-samar kita pahami.

Memainkan seni peran dalam politik membutuhkan sutradara jenius. Itulah sosok SBY, Sang Maestro, Sang Ketua Umum dan Sutradara jenius.

*)Wakil Sekjen Barisan Massa Demokrat/Caleg DPRRI dapil Malut