SBY Berharap Amien dan Luhut Selesaikan Persoalan dengan Kekeluargaan

Presiden RI ke-6 (2004-2014), Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengusap penuh kasih bayi dalam gendongan ketika mampir di Subang dalam rangkaian Tour de Jabar, Rabu (21/3). (Foto: SBY Team)

Purwakarta: Presiden RI ke-6 (2004-2014) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat suara terkait polemik yang terjadi antara mantan Ketua MPR, Amien Rais, dengan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP). SBY meminta kedua tokoh bangsa itu berdamai dan menyelesaikan persoalan dengan kekeluargaan.

“Kedua-duanya ini adalah sahabat saya. Saya berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Kritik kepada pemerintah boleh saja, asal tidak fitnah. Pemerintah juga jangan cepat marah kalau ada kritik dari rakyatnya,” kata SBY kepada wartawan dalam jumpa pers Tour de Jawa Barat Partai Demokrat di Purwakarta, Rabu (21/3/2018).

Menurut SBY, pemerintah tak boleh anti terhadap kritik. Apalagi jika kritikan itu disampaikan dengan baik dan didukung data yang konkret.

“Itu tak boleh dihalang-halangi. Hak rakyat untuk mengkritik pemerintahnya jika dianggap belum menjalankan tugas dengan benar. Pemerintah tak boleh alergi dengan hal ini,” terangnya.

Meski begitu, SBY juga berharap Amien lebih berhati-hati dalam menyampaikan kritik. Sebagai tokoh bangsa senior, hendaknya ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu lebih bijak sehingga tidak menimbulkan kegaduhan.

Di sisi lain, SBY juga berharap pemerintah mengurangi penyampaian statement publik yang bernada ancaman. Karena menurutnya, kekuasaan bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk melindungi dan mengayomi.

“Pemerintah tak perlu arogan dalam menanggapi kritik. Negeri ini dibangun bukan untuk menjadi negara kekuasaan. Karena itu kedaulatan berada di tangan rakyat. Tapi rakyat juta tak boleh absolut,” jelasnya.

SBY mengatakan, selama 10 tahun menjabat Presiden RI, ia sering mendapat kritikan yang jauh lebih keras dibanding saat ini. Meski begitu, pemerintahannya tak jatuh di tengah jalan. Ia meletakkan jabatan tepat pada waktunya.

“Namun, entah kenapa yang dulu keras mengkritik saya itu malah sekarang lebih banyak diam,” pungkas SBY.

(rilis/divkomlik/dik)