SBY Kenang 10 Tahun Rayakan Imlek

Foto dokumentasi saat Presiden RI ke-6 (saat itu masih Kepala Negara) Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sambutan pada Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2564 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (18/2/2013). (foto: kompas)

Jakarta: Presiden RI ke-6 (2004-2014), yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap, kedamaian dan kesejahteraan mengiringi perayaan Tahun Baru Imlek 2568 yang jatuh tepat hari ini, Sabtu (28/1/2017). Hal itu diungkapkannya melalui kicauan di akun Twitter-nya, @SBYudhoyono.

“Saya dan keluarga ikut berbahagia di Tahun Baru Imlek 2568 ini. Semoga kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan sertai yang merayakan,” kata SBY melalui akun Twitternya, @SBYudhoyono.

Ia pun mengenang setiap perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang telah dilaluinya bersama umat Konghucu dan etnis Tionghoa. SBY mengatakan dirinya memiliki kenangan indah ketika 10 tahun berturut-turut ikut merayakan dua hari besar tersebut.

“Saya senang menyimak falsafah dan nilai-nilai kebajikan universal, yang diajarkan Konghucu. Persaudaraan, harmoni dan kesetiakawanan,” ujar penggagas dan pendiri utama Partai Demokrat itu.

Terkait kicauan SBY tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Roy Suryo menuturkan bahwa SBY kerap ikut merayakan Imlek dan Cap Go Meh bersama komunitas selama 10 tahun berturut-turut, saat masih menjabat Presiden RI.

Menurut dia, SBY ingin menunjukkan bahwa toleransi beragama perlu dikedepankan. Hal itu, kata Roy, juga ditunjukkan pada periode kepemimpinan SBY yang jauh dari sikap-sikap intoleransi serta menciptakan kondisi aman dan damai.

Namun, pandangan tersebut tak berarti perlu dibandingkan kondisi dulu dan sekarang karena parameternya berbeda.

“Namun memang kondisi sekarang perlu sikap Pemerintah yang lebih wise lagi dalam menyikapinya,” ujar mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu.

(kompas/dik)