SBY Terharu, Honor Amir Desa Hanya Rp500 Ribu Per Tahun

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disambut meriah warga Desa Sagalaherang Kaler, Kabupaten Subang, Rabu (21/3/2018). (Foto: SBY Team)

Subang: Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terharu mendengar keluhan Khairuddin, pemuka agama (amir) dari Desa Sagalaherang Kaler, Kabupaten Subang. Pria paruh baya yang telah menjadi amir selama 28 tahun itu hanya menerima honor Rp500 ribu per tahun dari dana desa.

“Pertama sekali saya sangat berterimakasih kepada Pak Khairuddin atas pengabdiannya selama puluhan tahun. Saya amat terharu mendengarnya. Hanya mendapat Rp 40 ribu sebulan, tetapi Bapak tetap ikhlas menjalaninya,” kata SBY, Rabu (21/3/2018).

Hal tersebut disampaikan SBY saat dialog dengan seribuan warga di Pasar Sagalaherang. Di tempat itu, SBY yang didampingi Ani Yudhoyono, Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Anggota DPR Linda Megawati, menghadiri kampanye calon bupati Subang, Ruhimat dan Agus Masykur.

SBY meminta para wakil rakyat dari Demokrat dan kandidat Pilkada 2018 itu, jika terpilih nanti, untuk memperhatikan nasib rakyat kecil seperti Khairuddin.

“Honor segini sangat kecil. Legislatif tolong perjuangkan dan legislatif tolong pikirkan,” ujarnya.

Menurut SBY, saat menjabat ia sudah mengeluarkan Undang-Undang Desa, sehingga setiap desa menerima anggaran Rp 1 miliar. Dana yang besar ini salah satunya bisa digunakan untuk menambah honorer para perangkat desa.

Sebelumnya, Khairuddin mengeluh honor yang ia terima sangat kecil, sementara tugas yang diembannya cukup banyak.

“Ada orang melahirkan, amir yang dipanggil, nikah panggil amir, meninggal amir lagi. Tapi kesejahteraan kurang mendapat perhatian,” kata dia.

Renovasi Pasar

Dalam dialog itu, pegadang pasar tradisional juga menyampaikan keluhannya kepada Presiden RI ke-6 tersebut. Mereka mengaku kalah bersaing dengan pasar modern, lantaran pasar sudah lama tidak direnovasi sehingga pembeli kian berkurang lantaran tidak nyaman.

SBY kembali meminta wakil rakyat dan kandidat untuk memperjuangkan aspirasi ini. Menurut SBY, pedagang kecil harus mendapat perhatian lebih, karena tanpa mereka, ekonomi bangsa tidak akan bergerak.

Gayung bersambut, Anggota DPR dari Komisi VI, Linda Megawati, yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN, dan standarisasi nasional, menyebut ada anggaran pusat untuk perbaikan pasar tradisional. Ia berjanji akan membawa anggaran itu untuk renovasi Pasar Sagalaherang.

“Alhamdulillah, ini yang saya senangi. Wakil rakyat itu jangan hanya memikirkan diri sendiri, jangan pula partai politik saja, tapi pikirkan nasib seluruh rakyat Indonesia,” pungkas SBY.

(rilis/dik)