Terapkan PSBB, BMW Terus Berbagi di Tengah Pandemi Covid-19

Ambon, Maluku: Bantuan paket sembako terus disalurkan Kepala Departemen Infrastruktur dan Perhubungan DPP Partai Demokrat, Dr Michael Wattimena, SE. MM saat Pemerintah Kota Ambon menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sejak Senin (22/6).

Memasuki hari kedua pemberlakuan PSBB, Selasa (23/6) sebanyak 411 paket sembako kembali dibagikan kepada warga hingga Kamis (25/6).

411 paket sembako itu disalurkan kepada warga di tiga titik di Kelurahan Kudamati, Kelurahan Benteng, Desa Latuhalat, Dusun Seri Kelurahan Urimessing, Kawasan Gudang Arang Kelurahan Benteng dan Kawasan Mardika.

“Sejak pemberlakuan PSBB hari kedua (Selasa 23/6) kita kembali bagi paket sembako hingga hari ini (kemarin). Jumlah paket sembako yang dibagi sebanyak 411 paket sembako,” ungkap Stella de Lima, salah satu Tim Relawan BMW (Bung Michael Wattimena) sapaan Wattimena, kepada wartawan, Kamis (25/6).

Dikatakan, setelah mereka menyasar sejumlah wilayah di Kecamatan Nusaniwe, tim kembali bergerak bagi paket sembako di Kecamatan Sirimau.

“Proses pembagian paket sembako terus dilakukan saat pemberlakuan PSBB di kota Ambon,” terang Stella.

BMW mengatakan, pihaknya kembali salurkan paket sembako di masa PSBB, setelah permintaan warga sebelum pemberlakuan PSBB belum sempat dibagi.

“Kita baru salurkan hari kedua, hari ketiga, hingga hari keempat saat pemberlakuan PSBB. Memang permintaan warga sangat tinggi,” kata BMW, melalui telepon selulernya, Kamis (25/6).

Soal konsisten bagi paket sembako kepada warga, mantan anggota DPR RI dua periode ini mengaku, pemberlakuan PSBB, banyak warga kota sulit beraktivitas dengan baik.

“Kami melihat bahwa pemberlakuan PSBB, warga tidak beraktivitas dengan baik. Kami merasa peduli berbagi kepada sesama kita. Apalagi warga yang miliki pendapatan harian, sangat berdampak,” terangnya.

Ia menilai, PSBB yang dilakukan pemerintah Kota Ambon, sesuai aturan yang ditetapkan. BMW berharap, PSBB yang diberlakukan tidak lagi diperpanjang sebagaimana PSBB yang berlaku di provinsi lain.

“Sebagaimana kita ikuti pemberlakuan PSBB di daerah lain diperpanjang hingga transisi dan masuk new normal. Namun, karena protokol kesehatan Covid-19 berlaku di seluruh Indonesia, saya sangat yakin Kota Ambon, tidak lagi perpanjang PSBB seperti daerah lain. Ini karena kesadaran dan kedisiplinan warga kota sangat tinggi terkait protokol kesehatan Covid-19. Saya yakin 6 Juli 2020 akhir PSBB, kita masuk new normal,” ia berharap.

Tujuanya, lanjut mantan Ketua Umum DPP GAMKI, aktivitas warga kembali normal, sehingga denyut ekonomi mulai bergerak, sambil mematuhi protokol kesehatan, yakni pakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak.

“Dengan begitu, saya yakin mata rantai Covid-19 diputus sehingga aktivitas warga kota Ambon, kembali normal lagi,” ujar BMW.

Sebelumnya, tim relawan menyalurkan dua ribu lebih paket sembako yang berisikan beras, minyak goreng, gula, daun teh, handsanitizer, masker, dan baju kaos, yang disalurkan di 200 lebih titik di Kota Ambon.

(Febby Koenoe/wan)