Terima Kasih, SBY dan Demokrat Telah Peduli pada Sepak Bola

Suasana nonton bareng Piala Dunia di Kantor Pusat Partai Demokrat. (Dok Ramadhan Pohan)

Oleh: Eddy Sofyan*)

Piala Dunia Rusia 2018 baru usai. Meriah, sukses.

Lahir Prancis sebagai juara dunia, yang kedua kali setelah Zidane dkk mengukir sejarah sepakbola Prancis pada Piala Dunia Prancis 1998.

Tim-tim besar berguguran pada putaran pertama dan kedua. Tim-tim kuda hitam lolos sampai putaran semifinal bahkan final, contohnya Kroasia.

Lalu bagi sepak bola kita apa yang bisa dipetik dari pagelaran akbar 4 tahunan tersebut? Merupakan tanda tanya besar.

Timnas U-19 AFF gagal, padahal kita tuan rumah. Timnas U-23 yang akan turun di ajang Asian Games masih bikin hati kita berdebar debar.

Prancis juara. Presiden Emmanuel Macron bersuka-cita di panggung walau diguyur hujan lebat. Tanpa payung, seperti kalau pejabat kita kena hujan. Sang ajudan sibuk mencari payung, panitia juga kelabakan.

Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya berdiri di panggung sepakbola dunia membagikan medali, walau tim Rusia gagal maju ke final.

Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarović tersenyum bahagia menyambut para pemainnya yg dengan bangga untuk pertama kali lolos ke final Piala Dunia.

Kesimpulannya sepakbola memang selalu kental dengan politik.

Hati saya melas, pemimpin negeri ini masih tidak jeli dan peduli terhadap dahsyatnya efek domino sepak bola pada politik. Padahal rakyat kita dari Sabang sampai Merauke gandrung olahraga ini.

Indonesia tidak ada di Piala Dunia Rusia, tapi hampir di seluruh pelosok negeri ini nobar (nonton bareng) ramai digelar.

Dengan terpaksa bangsa kita pecah dukungan ke berbagai peserta Piala Dunia.

Tapi saya saluut. Ada satu partai politik yang peduli menggelar nobar di markasnya, Wisma Proklamasi 41, Menteng, Jakarta. Kantor Pusat Partai Demokrat. Para pengurus terasnya hadir sampai dini hari.

Saya kagum dan bangga.

Terima kasih, Partai Demokrat. Terima kasih, Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kita tinggal tunggu kiprahnya partai ini untuk peduli secara nyata pada sepak bola Indonesia. Mudah-mudahan pula partai-partai lain turut tergerak.

Amin.

*)Pemerhati Sepak Bola dan Ketua Umum Badan Sepak Bola Rakyat