Saat Militansi Kader Demokrat Diuji

Suasana pembekalan kepada ratusan Calon Pengurus DPD-PD DKI Jakarta di Ruang Seminar, Kantor Pusat PD, Wisma Proklamasi 41, Pegangsaan, Menteng, Jakarta, Senin petang (19/6). (foto: Lazarus SI)

Jakarta: Partai Demokrat yang digagas dan didirikan Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah partai besar. Partai berdasarkan Pancasila, berideologi nasionalis-religius ini adalah partai terbaik untuk bangsa. Keyakinan itu harus dimiliki seluruh kader Demokrat. Jika ragu apalagi tak mempercayainya maka silakan meninggalkan Partai Demokrat.

Demikianlah yang disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Dr Hinca IP Pandjaitan saat memberikan pembekalan kepada ratusan Calon Pengurus Dewan Pimpinan Daerah  Partai Demokrat (DPD-PD) DKI Jakarta. Pembekalan dilakukan di Ruang Seminar, Kantor Pusat PD, Wisma Proklamasi 41, Pegangsaan, Menteng, Jakarta, Senin petang (19/6).

Pembekalan yang disampaikan Hinca memang mengaduk-aduk perasaan para kader. Barisan video yang dipersiapkan Hinca menyampaikan pesan agar kader bersikap militan dan senantiasa teguh menegakkan panji-panji Partai Demokrat.

Hinca, misalnya, menayangkan potongan slide foto perjalanan Juventus. Pada Mei 2006, Juventus menjadi salah satu dari lima klub Serie A terkait skandal pengaturan pertandingan. Dampaknya Juventus terdegradasi ke Serie B, pertama kalinya dalam sejarah. Dua gelar Juara Seria A di tahun 2005 dan 2006, dicopot.

Padamkah semangat Juventus? Ternyata tidak!

Hanya setahun berselang, pada musim 2007–08, Juventus telah kembali bertarung di Serie A. Tak puas sampai di situ, seluruh kru Juventus bertarung secara spartan. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun. Mereka menunjukkan jati diri Juventus sesungguhnya. Jati diri juara sejati.

Perjuangan tak kenal lelah itu akhirnya mencapai hasil maksimal. Juventus menjadi Raja di Raja kompetisi sepak bola Italia. Juventus meraih Lega Calcio Seri-A selama enam kali berturut-turut. Juventus adalah Juara Serie A untuk musim 2011–12; 2012–13, 2013-14, 2014-15, 2015-16, 2016-2017.

Suasana pembekalan kepada ratusan Calon Pengurus DPD-PD DKI Jakarta di Ruang Seminar, Kantor Pusat PD, Wisma Proklamasi 41, Pegangsaan, Menteng, Jakarta, Senin petang (19/6). (foto: Lazarus SI)

“Gantilah nama Juventus dengan Partai Demokrat. Berjiwalah secara militan dan bertarung layaknya Tim Juventus. Kita adalah partai besar. Partai Demokrat  pernah dua kali menjadi partai penguasa di negeri ini. Kita pernah gagal, tapi kita akan berhasil lagi,” Hinca Pandjaitan memotivasi para kader.

Di saat lain, Hinca menampilkan video Derek Redmond pada Olimpiade Barcelona 1992. Atlet lari 400 meter putra asal Inggris itu berkeinginan kuat mendapatkan medali. Sayang, setelah berlari 150m, Derek mengalami cedera hamstring hingga tak bisa lagi berlari. Tetapi Derek tak menyerah. Menahan rasa sakit luar biasa di kakinya, dengan tertatih-tatih, ia menuju garis finish. Tiba-tiba ada yang menerobos security dan lari mendatangi Derek. Itu adalah ayahnya, Jim Redmond. Lalu dengan dipapah ayahnya, Derek mencapai garis finish. Seluruh penonton berdiri memberikan tepuk tangan untuk petarung tak kenal menyerah itu.

“Pahamilah, jika kita tak mengenal kata menyerah maka kita sesungguhnya tak pernah kalah. Lihatlah tepukan para penonton yang hanya memberikan satu kalimat, juara sejati adalah mereka yang bertarung hingga akhir dan tak pernah menyerah,” Hinca Pandjaitan menyampaikan filosofinya.

Di video terakhir, Hinca menayangkan video berjudul “The Tree”. Video ini berkisah tentang seorang anak kecil mendorong sebatang pohon besar yang tumbang hingga menyebabkan kemacetan parah. Si anak kecil,  di tengah hujan, memelopori agar pohon itu disingkirkan karena tak ada satu pun warga yang memulai usaha menyingkirkan pohon besar itu. Melihat semangatnya maka akhirnya warga lain ikut berusaha menyingkirkan pohon besar. Setelah puluhan warga terlibat, akhirnya pohon itu mampu disingkirkan.Jalan raya pun kembali lancar.

“Simaklah video itu. Pahamilah, Pak SBY dan saya di tengah Demokrat yang besar ini  hanyalah ‘anak kecil’. Sekuat apa pun Pak SBY dan saya membesarkan partai ini, jika kalian tak peduli, maka kita tak akan mampu membesarkan partai ini. Menatap masa depan Demokrat, secerdas dan sevisioner apa pun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), jika kalian tak membantunya maka jembatan menuju Indonesia Emas yang kita harapkan tak mungkin tercapai. Bantulah Pak SBY, bantulah saya, bantulah AHY. Mari kita bersama membesarkan Demokrat dan Negara ini,” ujar Hinca mengajak para kader.

Dan seperti telah diperkirakan, semangat militan ratusan Calon Pengurus DPD-PD DKI Jakarta bangkit. Banyak diantara mereka meneteskan air mata dan tak seorang pun meninggalkan acara meski puluhan di antaranya harus berdiri mengikuti pembekalan itu.

Hadir dalam acara tersebut  Anggota Majelis Tinggi PD Nachrowi Ramli, Direktur Ekseutif DPP-PD Fadjar Sampurno, Wakil Sekjen DPP-PD Andi Timo Pangerang, Ketua DPD-PD DKI Santoso, Wakil Ketua BPOKK DPP-PD Supandi R Sugondo, para Petinggi DPP-PD, dan ratusan Calon Pengurus DPD-PD DKI.

(didik l pambudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.