Salinan Lengkap Surat SBY pada Para Kader Demokrat

Sekretaris Jenderal Hinca Pandjaitan didampingi para petinggi DPP-PD menyampaikan konferensi pers di Kantor Pusat Partai Demokrat, Wisma Proklamasi 41, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis sore (28/2). (Foto: MCPD/Didit)

Jakarta: Luar biasa kecintaan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada rakyat Indonesia dan para kadernya.

Di tengah keprihatinan karena harus mendampingi Ibu Ani Yudhoyono yang tengah menderita kanker darah sehingga harus dirawat di Singapura, SBY tetap menyimpan kasih sayang penuh pada rakyat Indonesia dan para kader Demokrat. Demikian pula Ibu Ani Yudhoyono yang terus memikirkan para kader, meski ia harus bertarung sekuat tenaga untuk bisa pulih dari sakit yang dideritanya.

SBY bahkan sampai menulis surat panjang yang ditujukannya kepada para kader, melalui Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan.

Berikut salinan surat SBY selengkapnya, yang dibacakan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan yang didampingi Petinggi DPP-PD dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat Partai Demokrat, Wisma Proklamasi 41, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/2):

Kepada Yth.
Dr. Hinca IP Pandjaitan XIII
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat
di
Jakarta

 

Pak Hinca Pandjaitan,
Menyertai penjelasan Pak Hinca kepada media massa tentang peningkatan intensitas dan efektivitas kampanye Partai Demokrat dalam Pemilu 2019 ini, tolong sampaikan hal-hal berikut kepada para kader Demokrat di seluruh tanah air.

Pertama, dengan tidak dapatnya saya berjuang secara fisik bersama caleg dan kader Demokrat dalam kampanye lanjutan Pemilu 2019 ini, saya harap semangat para caleg Demokrat tidak berkurang. Pada hakikatnya, hati saya tetap bersama kader dan caleg Demokrat dalam perjuangan yang penting ini. Saya pribadi, juga Ibu Ani yang tengah menjalani pengobatan dan perawatan kesehatan, tetap berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga perjuangan muliapara kader dan caleg Demokrat berhasil dengan baik.
Saya tahu, 2 bulan ke depan, adalah saat yang menentukan bagi partai dan caleg
Demokrat. Seperti yang selama ini saya lakukan bersama Ibu Ani, sebenarnya saya sangat ingin untuk secara fisik berada di lapangan, berjuang bersama kader dan caleg Demokrat sekalian. Namun, Allah tidak mengijinkan, karena saya harus mendampingi pengobatan dan perawatan kesehatan Ibu Ani yang dilakukan secara intensif saat ini.
Pesan dan harapan saya, teruslah berjuang dengan gigih dan lakukan perjuangan itu dengan cara-cara yang baik, cerdas dan tepat. Dengarkan harapan dan aspirasi
rakyat, kemudian perjuangkanlah dalam Pemilu 2019 ini.
Jika kelak para Caleg terpilih menjadi anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPRD Kota, wujudkan dan buktikan semua yang dikampanyekan itu. Insya Allah, saudara sekalian berhasil.

Kedua, meskipun secara fisik saya tidak bisa aktif dalam kampanye di lapangan, saya percaya Partai Demokrat tetap memiliki peluang besar untuk meraih suara yang telah ditargetkan. Saya yakin, instruksi yang saya keluarkan kepada jajaran partai untuk meningkatkan intensitas dan efektivitas kampanye pemenangan pemilu akan dapat dijalankan dengan baik.
Komandan Kogasma Sdr. Agus Harimurti Yudhoyono, dan para koordinator wilayah kampanye Sdr. Soekarwo dan Sdr. Nachrowi Ramli, adalah pemimpin dan kader Demokrat yang tangguh, berkualitas dan memiliki kemampuan tinggi untuk memimpin pelaksanaan kampanye terpadu di seluruh wilayah tanah air.
Para pejabat senior Partai Demokrat yang lain, di samping berjuang untuk memenangkan pencalegannya di Dapil masing-masing, juga membantu penuh Kogasma secara nasional. Para pejabat senior tersebut termasuk Sdr. EE
Mangindaan, Sdr. Amir Syamsuddin, Sdr. Vence Rumangkang, Sdr. Syarief
Hassan, Sdr. Cornel Simbolon, Sdr. Djoko Udjianto, Sdri. Nurhayati Ali Assegaf, Sdr. M. Jafar Hafsah, Sdr. Pramono Edhie Wibowo, Sdri. Indrawati Sukadis, Sdri. Melani Leimena Suharli, Sdri. Sri Sumaryanti Budhisantoso, Sdr. Johnny Allen Marbun, Sdr. Max Sopacua, Sdr. Fadjar Sampurno dan Sdr. Ahmad Yahya.
Sudah barang tentu pula Sekjen Partai Demokrat Sdr. Hinca Pandjaitan, Ketua
Komisi Pemenangan Pemilu Sdr. Edhie Baskoro Yudhoyono, para pimpinan Partai
Demokrat di daerah serta para caleg di seluruh tanah air juga akan berjuang sekuat tenaga untuk meraih sukses bersama.
Saya juga yakin bahwa dengan strategi dan taktik pemenangan pemilu yang telah
dibekalkan kepada para caleg, dan yang kini tengah dilaksanakan, sukses akan dapat diraih. Disamping itu, 14 prioritas yang ditawarkan kepada rakyat dan akan
diperjuangkan oleh Partai Demokrat untuk dilaksanakan oleh Presiden mendatang
beserta pemerintahan yang dipilihnya adalah jawaban dari apa yang diharapkan oleh rakyat Indonesia.
Karenanya, sekali lagi saya yakin Partai Demokrat bukan hanya siap memenangkan Pemilu 2019 ini, tetapi dengan ijin dan pertolongan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, Partai Demokrat akan sukses dengan gemilang.
Demokrat tidak hanya pandai berjanji, tetapi pernah memberi bukti ketika berada di
pemerintahan. Kedepan, jajaran kepemimpinan dan kader-kader Demokrat akan meraih sukses yang sama, karena semua kebijakan dan program yang dilakukan
merupakan aspirasi dan harapan rakyat kita. Juga jawaban dan solusi atas semua
persoalan yang mereka hadapi.

Ketiga, atau yang terakhir, saya mengamati bahwa kontestasi dalam Pemilu 2019
ini, utamanya Pemilihan Presiden, lebih keras dibandingkan dengan pilpres-pilpres di era reformasi sebelumnya. Polarisasi nampak lebih tajam, disertai hubungan antar identitas yang makin berjarak. Jika situasi ini berkembang makin jauh dan melampaui batas kepatutannya, saya khawatir kerukunan dan keutuhan kita sebagai bangsa akan retak. Inilah yang harus kita cegah untuk tidak terjadi di negeri tercinta ini.
Oleh karena itu, saya berpesan kepada jajaran Partai Demokrat untuk ikut berperan secara aktif agar keseluruhan rangkaian Pemilu 2019 ini berlangsung secara aman dan damai. Ikutlah pula memastikan agar pemilu ini juga berlangsung secara demokratis, jujur dan adil.
Pemilu memang keras, tapi tak sepatutnya menimbulkan perpecahan dan disintegrasi. Diperlukan tanggung jawab dan jiwa besar kita semua, utamanya para elit dan pemimpin bangsa. Dalam pilpres-pilpres sebelumnya, saudara-saudara kita rakyat Indonesia, pemegang kedaulatan yang sejati, menunjukan kearifan dan kematangannya dalam pelaksanaan pemilu sehingga semuanya berlangsung secara damai, tertib dan lancar. Tidak terjadi pula benturan fisik di lapangan yang sangat tidak kita hendaki. Semoga praktek berdemokrasi yang baik seperti itu
dapat dijaga dan dilaksanakan kembali dalam pemilu tahun 2019 ini.

Demikian Pak Hinca. Sampaikan salam hangat saya dan Ibu Ani kepada seluruh kader dan caleg Demokrat. Sampaikan pula salam sayang saya dan Ibu Ani kepada saudara-saudara kita rakyat Indonesia tercinta.

Terima kasih.

Singapura, 27 Februari 2019

Susilo Bambang Yudhoyono

(Didik)