SBY: Mari Kita Bebaskan Perempuan Indonesia dari Rasa Takut

Presiden RI ke-6 yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjadi pembicara dalam acara seminar Hari Perempuan Internasional yang diadakan oleh Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR-RI di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/3/2018). (Foto: ImeldaSari)

JAKARTA: Presiden RI ke-6 (2004-2014) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak perempuan Indonesia agar jangan takut dengan masa depannya. Perempuan juga diminta jangan berpangku tangan dan harus berperan dalam pembangunan.

Hal itu disampaikan SBY saat menjadi pembicara dalam seminar Hari Perempuan International yang digelar Fraksi Demokrat DPR RI di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/3/2018).

SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat datang didampingi istrinya Ani Yudhoyono dan putra bungsunya yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhotono atau Ibas.

“Saya titip satu pesan kepada rakyat Indonesia, negara, pemerintah, pimpinan serta anggota dewan yang saya hormati dan kaum perempuan semua ini juga sejalan dengan hari kebebasan dan Hari Perempuan Internasional. Titipan saya adalah mari kita bebaskan kaum perempuan Indonesia dari rasa takut,” kata SBY dalam orasinya.

Rasa takut kaum perempuan yang dimaksudnya SBY adalah rasa takut menghadapi masa depannya karena masih ada perlakuan diskriminasi yang menurutnya masih jadi ancaman bagi sebagian perempuan untuk maju.

“Jangan didiskriminasi, jadi tidak adil. Enggak boleh kita diskriminasi karena gender, lalu juga agama, etnis, suku daerah dan semuanya,” kata SBY.

SBY menginginkan perempuan harus memahami dan ikut berbuat dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

“Ikut berbuat dan jangan berpangku tangan, jangan pesimis dan jangan hanya berpikiri negatif. Percayalah bangsa kita bisa maju,” tandasnya.

Dalam acara itu, hadir pula Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Wakil Ketua MPR Mahyudin, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

(okezone/wan/dik)