Sembilan Jurus AHY Memperbaiki Indonesia

Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY saat menyampaikan pidato penutup di di akhir penyelenggaraan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/3/2018).(Foto: MCPD/OmarTara)

Kab Bogor:  Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memaparkan sembilan strategi untuk mewujudkan Indonesia lebih baik jika nantinya Demokrat menang di 2019.

Strategi itu dibeberkan AHY dalam pidato politiknya di acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat pada Minggu (11/3).

Strategi pertama yang dipaparkan AHY yaitu, Demokrat akan melakukan pengurangan dan pelonggaran pajak serta juga akan diambil kebijakan memberikan insentif fiskal bagi pihak yang sangat memerlukan, khususnya kepada dunia bisnis demi menciptakan lapangan kerja yang banyak, meningkatkan ekspor dengan signifikan, dan menciptakan investasi besar-besaran.

“Melalui kebijakan tax cut dalam arti luas ini, diharapkan sektor riil dan investasi akan makin bergerak, ekspor akan makin kompetitif, lapangan pekerjaan tersedia makin banyak, pendapatan masyarakat dan daya beli masyarakat akan meningkat, dan akhirnya ekonomi akan tumbuh lebih tinggi,” ucapnya.

Strategi kedua, menurut AHY, Demokrat akan melanjutkan pembangunan infrastruktur oleh pemerintahan sekarang ini.

Strategi ketiga, katanya, mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan kewirausahaan. Gerakan ini dinilai akan membuka lapangan pekerjaan yang luas, dan meningkatkan pendapatan serta daya beli masyarakat.

“Kita tahu, era ekonomi baru ditandai dengan berkembangnya teknologi digital dan banyaknya jenis pekerjaan lama yang digantikan dengan pekerjaan baru, seperti bisnis dan pekerjaan online. Pengembangan UMKM dan kewirausahaan juga harus disesuaikan dengan perkembangan ekonomi dan bisnis tipe baru ini,” ucapnya.

Strategi keempat, katanya, menaikkan gaji pegawai, upah buruh, dan pendapatan masyarakat secara umum.

“Dengan kebijakan pengurangan dan pelonggaran pajak, perusahaan-perusahaan diharapkan mampu meningkatkan upah buruh, sehingga penghasilan buruh menjadi lebih layak lagi,” kata AHY.

Strategi kelima, meningkatkan program penanggulangan kemiskinan. Hal ini, lanjutnya, juga akan mendatangkan rasa keadilan, sekaligus mencegah melebarnya jurang ketimpangan antara yang kaya dengan yang miskin.

“Ingat, pasar tidak sensitif terhadap kemiskinan dan keadilan. Ekonomi yang kapitalistik dan termasuk paham neoliberal, memang tidak suka dengan subsidi,” ucap dia.

Strategi keenam, meningkatkan dan memperluas layanan kesehatan dan pendidikan. Dia berkata, akses kesehatan dan pendidikan yang sudah dimulai sejak pemerintahan SBY. Menurutnya, program-program ini terbukti meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama kaum miskin dan golongan tidak mampu.

“Kami ingin siapapun, dimanapun, dengan latar belakang apapun punya kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang,” katanya.

Strategi ketujuh, meningkatkan kerukunan antar sesama elemen masyarakat, serta meningkatkan hubungan yang baik dan kemitraan antara negara dan masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus bisa mengayomi dan mempersatukan rakyatnya, jangan malah memisahkan dengan narasi apapun.

“Negara harus melindungi kaum minoritas, tanpa menomor-duakan kaum mayoritas,” katanya.

Strategi kedelapan adalah melanjutkan upaya menjaga stabilitas politik dan keamanan publik, dengan tetap memberikan ruang kebebasan yang bertanggung jawab. “Sungguhpun demikian, para pengguna kebebasan, apakah pers dan media massa, politisi, masyarakat sipil, maupun masyarakat luas, tidak boleh melakukan praktik-praktik yang melampaui batas kepatutannya, seperti menebar hoaks, fitnah, kampanye hitam, termasuk ujaran kebencian. Ini bertentangan dengan prinsip demokrasi Pancasila, dan hanya akan memecah belah sesama anak bangsa,” ucapnya.

Strategi kesembilan yakni melakukan penegakan hukum secara tegas, adil dan bebas kepentingan politik. AHY juga menambahkan, dalam rangkaian Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, negara harus menjadi contoh untuk menegakkan kejujuran dan keadilan dalam kompetisi politik.

(politiktoday/dik)