Sikap Demokrat soal Ijtima Ulama ke-2

Wakil Sekjend Demokrat Andi Arief (detik)

Oleh: Andi Arief*)

1. Ada yg bertanya sikap Demokrat soal dukungan ijtima ulama dua pada Prabowo-Sandi. Prinsipnya Pak Prabowo Sandi itu superstarnya koalisi Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS. Mereka berdua berhak dan wajib mendapat dukungan dari empat partai ini.

2. Di luar 4 partai ini Prabowo-Sandi berhak dapat sukungan partai2 lain, misalnya saya dengar partai2 koalisi Jokowi juga ada yang aecara sembunyi2 dukung, karena alasan elektoral legislatif. Sebagian kader partai sebelah kesulitan di beberapa daerah untuk dukung Jokowi.

3.Prabowo Sandi juga memiliki hak mendapat dukungan segmen dan sektoral masyarakat kita yang lain, termasuk di dalamnya ijtima ulama, organ2 serikat buruh, maupun Gerakan 2019 Ganti Presiden.

4. Semua dukungan ini asal dilakukan tanpa keterpaksaan sangat dibenarkan. Ijtima ulama adalah kekuatan yg tidak bisa diremehkan. Jauh lebih kuat ketimbang dukungan para gubernur ala Jokowi yang kesan kuatnya lahir dari tekanan.

5. Partai Demokrat senang dan merasa koalisi ini akan makin membesar meski ijtima ulama pernah tidak mendukung AHY. Bagi Demokrat situasi politik sudah berubah. Wadah besar kami saat ini adalah Koalisi Empat Partai. Prinsip kemenangan adalah mendapatkan sebanyaknya dukungan.

6. Kami yakin ada pertimbangan tertentu jika dalam ijtima ulama pertama tidak mendukung AHY. Tapi pada saatnya nanti kami yakin AHY akan mendapat dukungan besar sebagaimana SBY juga dulu mendapat dukungan besar para ulama.

7. Partai Demokrat berpolitik rasional, kami tahu politik itu masalah datang dan perginya dukungan. Namun kami berharap dukungan ijtima ulama dua ini mengarah pada politik yang rasional, bukan menajamkan politik identitas. Meski politik identitas tidak dilarang dalam demokrasi.

8. Selamat berijtima ulama yang kedua. Semoga bukan hanya memberikan dukungan pada Prabowo-Sandi, tetapi juga menyumbangkan pikiran untuk mengatasi persoalan kebangsaan.

*)Wakil Sekjend Partai Demokrat