Cagub DKI Jakarta Nomor 1, Agus Harimurti Yudhoyono bergerilya disambut ratusan hangat warga di Wijaya Kusuma dan Jelambar Baru, Minggu (15/1) sore. (agussylvidki)

Jakarta Barat: Minggu (15/1) sore, Kecamatan Grogol dimeriahkan kehadiran Cagub Nomor 1, Agus Yudhoyono. Ratusan warga berkumpul menyambut kedatangannya di Wijaya Kusuma dan Jelambar Baru. Dalam gerilya lapangannya kali ini, Agus menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin yang terus berada di tengah-tengah rakyat, serta mencintai rakyat apa adanya.

“Pemimpin harus tegas, tetapi tidak beringas. Harus mencintai rakyat apa adanya. Insya Allah saya akan terus bersama warga Jakarta. Jakarta akan maju dan hebat jika pemimpinnya ada di tengah-tengah rakyat,” tegas Agus di Wijaya Kusuma.

Kedatangan Agus di Wijaya Kusuma untuk memenuhi undangan Kampanye Tatap Muka dari Ikama (Ikatan Masyarakat Madura). Kampanye tatap muka berlokasi di rumah H. Ismail, Ketua Umum Paguyuban Forum Madura Bersatu.

“Saya mendapat amanah dari warga Madura di Jakarta… Kita juga telah bekerjasama dengan segenap yayasan se-DKI Jakarta. Ini juga merupakan amanah dari beberapa pondok pesantren di Madura,” ucap tuan rumah, H. Ismail.

Cagub DKI Jakarta Nomor 1, Agus Harimurti Yudhoyono bergerilya disambut ratusan hangat warga di Wijaya Kusuma dan Jelambar Baru, Minggu (15/1) sore. (agussylvidki)

Dalam kampanyenya, Agus tak lupa mengingatkan beberapa program unggulannya, seperti Bantuan Langsung Sementara, Program Pemberdayaan Komunitas 1 miliar per RW, Program Pinjaman Modal untuk UMKM.

Sementara itu, di Kelurahan Jelambar Baru, sambutan warga tidak kalah meriah. Warga membludak memadati lokasi gerilya lapangan Agus. Agus menyapa warga di pinggir Kali Jelambar, dan melewati 4 RW yang antusiasmenya sama besar.

Agus sempat mampir ke posko relawan untuk menyuntikkan semangat. “Mari kita bersama-sama mantapkan hati 15 Februari coblos nomor SATU! Mari kita bergandengan tangan, tinggal sebulan lagi. Awasi, jangan sampai ada kecurangan. Ini adalah perjuangan warga Jakarta. Pilih pemimpin yang adil, tidak pilih kasih melindungi rakyat lemah. Jakarta Milik Rakyat!” seru Agus penuh semangat.

Di akhir gerilya, disaksikan ratusan warga, Agus menandatangani prasasti Masjid Nurul Ikhsan. “Semoga Masjid Nurul Ikhsan menjadi sumber keahagiaan, sumber rejeki, sumber ilmu, sehingga mampu menjadikan akhlak kita makin baik,” Agus mengungkapkan harapannya untuk Masjid Nurul Ikhsan.

(agussylvidki/dik)