Oleh: Alkautsar*)

Partai Demokrat yang mengusung slogan “Muda adalah Kekuatan” pada  Pemilu 2019 lalu menunjukkan konsistensinya memberdayakan kaum muda dalam arena politik. Masa pemilu kemarin banyak yang skeptis terhadap keseriusan partai tersebut dalam mentransformasi anak muda dari objek menjadi subjek politik. Walaupun hal tersebut dikonstruksi melalui propaganda black campaign oleh buzzer politik yang terorganisir. Persepsi skeptis tersebut dibantahkan dengan keseriusan Partai Demokrat terhadap anak muda.

Bisa dilihat dari; Pertama, menunjuk Agus Harimurti Yudoyono (AHY) sebagai nahkoda baru. Keputusan tersebut sangat kontras dengan partai lain yang tetap mempertahankan dominasi figur lama dalam memimpin partai politik. Kepercayaan, kesolidan, hasil musyawarah dan mufakat Partai Demokrat diartikulasikan oleh AHY melalui 10 Program Umum Partai Demokrat.

Kedua, struktur DPP Partai Demokrat banyak diisi oleh anak muda. Bahkan ada yang termuda masih berumur 22 tahun. Langkah ini dilakukan sebagai keberlanjutan hasil kongres dan representasi dari “Muda adalah kekuatan”. Tentu hal ini dilakukan dengan indikator terukur melalui pendalaman dari Curriculum Vitae (CV)  masing-masing pengurus harian. Ini sebagaimana yang dikatakan oleh AHY :

Saya tidak mau terburu-buru. Setiap hari, saya terus mempelajari organisasi dan orang perorang, satu persatu. Saya baca CV-nya, saya pelajari kelebihan dan kekurangannya” ujar AHY melalui video breaking news Demokrat dalam pengumuman struktur DPP Partai Demokrat (15-04-2020)”.

Pernyataan diatas memperlihatkan keseriusan AHY dalam menyusun pengurus harian untuk mengisi bahtera baru Partai Demokrat. Penguatan tentang keseriusan yang lain juga dengan menunjuk wakil ketua umum sebagai representasi 6 pulau besar di Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua).

Selain slogan diatas, slogan lain sebagai pelabuhan yang dituju bahtera baru Partai Demokrat yaitu Harapan Rakyat, Perjuangan Demokrat. Konsekuensi yang menunggu didepan bak pelayaran panjang akan banyak menghadapi varian ombak. Dari yang kecil sampai yang besar. Tetapi bukankah ada pepatah berbunyi; “Seorang nahkoda yang hebat tidak lahir dari laut yang tenang”. Dengan pengalaman AHY selama dimiliter dan beberapa kali terlibat dalam pertarungan politik, baik sebagai calon maupun suksesor serta sumberdaya logistik, kemampuan, keterampilan ataupun keahlian yang dimiliki oleh pengurus, harapan rakyat akan ditunaikan oleh perjuangan demokrat. Ini akan semakin sempurna ketika rakyat memberikan dukungan sepenuhnya kepada Perjuangan Demokrat. Soalnya, posisi Demokrat yang kurang menguntungkan sebagai oposisi minoritas didalam parlemen. Diperlukan metode ganda perjuangan, yaitu parlemen dan ekstra parlemen. Ekstra parlemen harus melibatkan semua unsur, kalangan, kelas dalam masyarakat yang merasa terwakilkan oleh program Partai Demokrat. Tentunya dengan jalan positif sesuai dengan mekanisme politik yang sudah menjadi kesepakatan dalam berbangsa dan bernegara.

Bersiaplah seluruh rakyat Indonesia. Kita akan melihat gebrakan anak muda dalam mendobrak tatanan politik yang monoton. Anak muda tersebut akan berselancar diatas ombak kecil dan besar dengan prinsip idealisme, integritas, kredibilitas. Perpanjanglah barisan perjuangan Demokrat. 

Cukuplah tulisan ini. Saya ucapkan selamat terpilih dan selamat berjuang. Langit akan segera membiru. Harapan Rakyat, Perjuangan Demokrat

*)Kader Muda Demokrat