Oleh: Willem Wandik S.Sos*)

Bangsa Ras Melanesia di Tanah Papua, adalah rakyat yang selalu setia pada komitmen perjuangan. Maka dari itu, sejak Bendera Partai Demokrat didirikan pada tanggal 9 September 2001 oleh “the founding father” Bapak Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kemudian disahkan pada tanggal 27 Agustus 2003, dan pada akhirnya mengikuti pemilu nasional pada Tahun 2014, Partai Demokrat yang memiliki slogan sebagai partai Nasionalis dan Religius, sebagai partai tengah (moderat) yang tidak condong ke arah kanan (kaum liberalis/kapitalistik), atau tidak condong ke arah kiri (kaum komunis), yang kemudian diperkuat dengan visi “Untuk Rakyat, Demokrat Peduli dan Beri Solusi”, dimana eksistensi Partai Demokrat baik secara organisasi, tujuan dan visi perjuangan, dan nilai-nilai telah mengakar ke dalam setiap urat nadi perjuangan rakyat dan bahkan telah berintegrasi ke dalam sikap kultural rakyat di Tanah Papua.

Partai Demokrat di Tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua, sebagai provinsi dengan luas wilayah dan sebaran kabupaten yang terbilang besar, juga dipercaya oleh DPP Partai Demokrat untuk mengirim utusan/representasi tokoh Tanah Papua, menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PD, yang dijabati oleh kami sendiri, sebagai bukti keseriusan Partai Demokrat, melibatkan elemen tokoh dari Ras Melanesia, Bangsa Papua, untuk membangun simpul simpul perjuangan politik nasional, yang memperhatikan kepentingan bernegara di seluruh wilayah Indonesia, yang selama ini banyak diabaikan oleh elite nasional.

Sebagai representasi politik Tanah Papua yang saat ini diberikan kepercayaan oleh Ketua Umum Partai Demokrat (Ketum PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan juga Bapak SBY, segenap tokoh politik dan fungsionaris Partai Demokrat di DPD Provinsi Papua dan mewakili seluruh fungsionaris DPC Partai Demokrat se-kabupaten/kota di seluruh Provinsi Papua, sekali lagi akan mempertaruhkan seluruh reputasi politik kita, seluruh jiwa dan raga kita, seluruh potensi sumber daya sosial dan kultural/adat dan tradisi yang kita miliki, untuk memenangkan pertarungan Pilkada 2020 pada 9 Desember mendatang yang diselenggarakan secara serentak di Tanah Papua.

Kita percaya, bahwa masyarakat di 11 kabupaten/kota yang menyelenggarakan event Pilkada pada 9 Desember mendatang di Tanah Papua, masih memberikan kepercayaan kepada pasangan calon bupati/wakil bupati yang diusung oleh Partai Demokrat.

Sebagai representasi Waketum DPP PD, kami secara pribadi menitipkan pesan kepada seluruh simpatisan dan relawan pasangan bupati dan wakil bupati yang mengikuti perhelatan akbar Pilkada pada tahun ini, untuk memanfaatkan waktu yang berkualitas bersama rakyat di sisa-sisa waktu yang ada, merebut hati rakyat dengan program yang pro rakyat, pro keadilan dan pro terhadap penegakan hukum yang transparan, pro pemerataan, pro terhadap perlindungan tanah tanah ulayat masyarakat adat, pro terhadap perlindungan setiap nyawa (bapak pendeta, mama-mama, bapak-bapak, anak-anak muda, termasuk para mahasiswa yang menjadi penerus estafet perjuangan kita semua).

Kita semua lebih mengerti dengan realitas sosial, kultural, dan persoalan yang menjadi pemicu konflik berkepanjangan di Tanah Papua.

Harapan saya, sebagai calon pemimpin, melatih kepekaan indrawi dan rasa, karsa, kita semua sebagai manusia, bukan sebagai pejabat yang berkuasa, akan memberikan tuan-tuan sekalian sebagai calon pemimpin di daerah, modalitas utama untuk perduli mengurus hajat hidup rakyat kita semua, dengan tanpa membeda-bedakan asal usul golongan, dan berusaha menjadi yang terbaik di mata Tuhan Allah, alam dan leluhur yang memberkati kehidupan generasi kita di hari ini dan di masa mendatang.

Selamat berjuang para pahlawan politik Tanah Papua. Partai Demokrat akan selalu bersama rakyat, berjuang bersama rakyat, bergumul bersama rakyat, baik di hari kemarin, hari ini dan di masa masa yang akan datang.

Wa Wa

Harapan Rakyat, Perjuangan Demokrat

*)Wakil Ketua Umum Partai Demokrat