Oleh : M. Zakiy Mubarok*)

Persis 9 September 2001, Partai Demokrat lahir. Itu artinya, baru sekitar tiga tahun setelah reformasi. Atmosfer kelahirannya, tentu reformis. Hasil refleksi perjalanan bangsa. Tidak hanya saat orde baru berkuasa. Tapi juga orde lama, hingga masa revolusi bangsa. Mempertahankan yang baik. Mengoreksi yang buruk.

Kristalisasi ideologisnya nasionalis religius. Mentradisikan budaya politik cerdas, bersih dan santun. Orientasi, sekaligus destinasi kaderisasinya, politisi yang ideal. Politisi yang negarawan. Dan negarawan yang peka problem kebangsaan. Kepemimpinan yang merakyat. Dan mengajarkan rakyat tentang arti pentingnya kepemimpinan.

Berhasil mengantar kader utama nan istimewanya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden RI. Hebatnya, saat usia Partai Demokrat belum seumur jagung. Bahkan SBY, bukan hanya sekedar menjadi Presiden RI dua periode. Tapi berhasil melakukan perubahan signifikan. Sebut diantaranya, hutang luar negeri lunas. Kehidupan berdemokrasi tumbuh. Hukum tegak. Marwah bangsa terjaga. Keadaban pergaulan nasional dan internasional terjadi.

Hari ini, dua dekade Partai Demokrat mewarnai lanskap politik Indonesia. Berkoalisi dengan rakyat pilihannya. Sikap politiknya, mendukung apa pun yang baik dari pemerintah, mengkritisi yang merugikan rakyat. Politik jalan tengah. Bukan oposisi pemerintah, bukan pula berkoalisi. Tapi Politik dekat dengan rakyat, tetap jaga jarak dengan pemerintah.

Mengedepankan argumentasi politik, bukan sentimen atau emosi politik. Pijakannya objektivitas. Bukan subjektivitas. Popularitas dan elektabilitas, adalah konsekuensi. Bukan ambisi. Sebab politik adalah pengabdian. Bukan semata-mata nafsu kekuasaan.

Memasuki era revolusi industri, mahir berselancar di jagat digital. Cepat dan mampu beradaptasi. Dengan kaum milenial, berkolaborasi. Selalu kreatif, inovatif, dan kompetitif. Menerjemahkan politik profesional dan profesionalisme politik.

Dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Partai Demokrat makin memberi warna dalam konstelasi politik bangsa. Tak mudah terpancing dengan kerasnya kompetisi politik. AHY tetap konsisten. Tampil dengan kecerdasan dan kesantunan. Seperti SBY, semua dilakukan dan dipikirkan oleh AHY dengan sangat terukur. Cara AHY menghadapi KLB ilegal, bisa menjadi salah satu potret untuk mengkonfirmasi pernyataan tersebut.

Dua dekade Partai Demokrat, Memiliki Dua Prototipe Politisi Menawan, SBY dan AHY.

Dirgahayu ke-20 Partai Demokrat. Selamat Ulang Tahun, Pak SBY.

*)Penulis Kader Partai Demokrat Tinggal di Lombok