Didi Irawadi Syamsuddin (dokpri)

Jakarta: Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin membeberkan terobosan ekonomi kreatif yang dibuat pada era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal ini untuk mematahkan pernyataan Erick Tohir selaku Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin yang menyebut Jokowi merupakan presiden pertama buat terobosan industri kreatif.

“Jelas dan terang benderang bahwa Presiden yang menjadi pencetus dan penggagas ekonomi kreatif pertama dalam kabinet sejak Indonesia merdeka 1945 adalah Presiden Ke-6 RI Bapak SBY,” kata Didi, Rabu (21/11/2018).

Menurut dia, sebagai penghargaan terhadap ekonomi kreatif anak bangsa ini, Presiden SBY telah mengubah struktur Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Pada saat itu diharapkan ekonomi kreatif bisa menopang penerimaan negara,” ujarnya.

Jauh sebelumnya pada tahun 2007, Didi mengatakan proses pengembangan ini diwujudkan pertama kali dengan pembentukan Indonesian Design Power oleh Departemen Perdagangan untuk membantu pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Pada tahun itu dilakukan peluncuran Studi Pemetaan Kontribusi Industri Kreatif Indonesia 2007 pada Trade Expo Indonesia,” jelas dia.

Pada tahun 2008, Didi mengatakan SBY juga meluncurkan cetak biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 dan Pengembangan 14 Subsektor Industri Kreatif Indonesia.

“Selain itu, juga ada pencanangan Indonesia Kreatif 2009,” katanya.

Di samping itu, Didi juga menjadi pelaku sejarah yang erat kaitannya dengan ekonomi kreatif. Didi sebagai Ketua Pansus UU Hak Cipta 2014 yang merupakan penyempurnaan dan perbaikan UU Hak Cipta yang lama.
Menurut dia, UU yang terkait erat dengan ekonomi kreatif, sehingga UU Hak Cipta yang baru sangat mendukung dan menunjang keberadaan ekonomi kreatif negeri ini ke depan.

“UU ini jelas gagasan Pemerintahan SBY. Jadi jelas kan betapa Bapak SBY sangat concern dan peduli akan perlindungan dan pengembangan ekonomi kreatif,” katanya.

Sehingga, lanjut dia, jelas di samping membentuk kabinet/ Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tetapi juga menyempurnakan UU Hak Cipta yang banyak terkait dengan ekonomi kreatif.

“Jadi apa lagi yang kurang jasa Pak SBY terhadap ekonomi kreatif?,” tandasnya.

(inilah.com/dik)