Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan memaparkan hasil investigasi yang mengungkap secara terang benderang fitnah keji terkait Bank Century dari blog Asia Sentinel kepada Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat. Paparan tersebut disampaikan Hinca pada pembekalan Caleg DPR-RI di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (11/11). (Foto: Omar Tara)

Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengungkapkan, hasil investigasi internal partai terhadap pemberitaan blog Asia Sentinel.

Pemberitaan yang dimaksud Hinca adalah soal kasus Bank Century yang dikaitkan dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjabat sebagai presiden.

Investigasi dilakukan di tiga negara yaitu Hongkong, Amerika Serikat, dan Mauritius.

Hinca mengatakan, gugatan sengketa perdata yang menjadi basis dari artikel tersebut sama sekali tidak menyebutkan nama SBY dan Partai Demokrat seperti yang dituduhkan.

Gugatan perdata tersebut antara Weston International Capital Limited versus J Trust, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan pihak lainnya.

Hinca mengatakan, partainya menyimpulkan bahwa pemberitaan tersebut adalah fitnah.

“Pemberitaan Asia Sentinal yang merujuk gugatan sengketa perdata murni ini dengan menyebut Presiden SBY dan Partai Demokrat terlibat kejahatan korupsi adalah fitnah,” kata Hinca saat acara Pembekalan Caleg DPR RI Partai Demokrat, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (11/11/2018).

Selain itu, Hinca menyebutkan, blog Asia Sentinel juga telah mengakui kesalahannya dengan mencabut berita tersebut serta meminta maaf kepada SBY, Demokrat, dan rakyat Indonesia.

Permintaan maaf Asia Sentinel kepada mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dimuat di laman blog asal Hongkong tersebut pada 19 September 2018.

Hinca mengatakan, masalah dengan media-media di tanah air yang mewartakan berita tersebut juga telah diselesaikan.

Ia mengatakan, media-media di Indonesia yang mengutip berita Asia Sentinel telah mengakui kesalahannya, mencabut beritanya, serta meminta maaf.

Di akhir paparannya, Hinca menegaskan bahwa kasus Bank Century tersebut telah lama selesai, dan juga telah usai.

Permintaan maaf Asia Sentinel

Sebelumnya, blog asal Hong Kong, Asia Sentinel, meminta maaf kepada Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat.

Permintaan maaf ini dilayangkan atas pemberitaan mereka sebelumnya yang mengaitkan pemerintahan SBY dengan skandal Bank Century.

“Kami sudah menarik berita tersebut, tapi kami juga turut meminta maaf kepada SBY, Partai Demokrat, dan berbagai pihak yang merasa tersinggung dengan artikel tersebut,” tulis Asia Sentinel di laman situsnya, Rabu (19/9/2018).

“Di atas semua itu, kami juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kerugian yang kami timbulkan atas berita tersebut.”

Asia Sentinel mengakui bahwa berita yang ditulis oleh kepala editornya, John Berthelsen, adalah sebuah berita yang tidak memenuhi kaidah jurnalistik.

“Kami menyadari bahwa kami tidak mencari konfirmasi dari orang-orang yang namanya ditayangkan di artikel. Artikel itu tak berimbang dan menciderai praktik jurnalisme. Artikel itu juga memuat headline yang menghasut dan tidak adil bagi Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono.”

(kompas/dik)