Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dampingi Syarif Hasan dan Yusuf Kohar berdialog dengan pengusaha se Provinsi Lampung di Hotel Novotel, Jumat (11/5) malam.

Lampung: Para pengusaha se Provinsi Lampung berkesempatan berdialog dengan Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Hotel Novotel, Jumat (11/5) malam. Tampak tamu yang hadir berasal dari berbagai latar belakang usaha. Mulai dari pengusaha property, jasa, hingga eksportir.

Pertemuan SBY dengan para pengusaha di Lampung di mulai dengan sesi makan malam bersama dan dilanjutkan dengan dialog. Tampak duduk mendampingi SBY di kursi depan antara lain Syarif Hasan dan Yusuf Kohar. Dalam dialog yang berlangsung selama dua jam tersebut, pengusaha berharap SBY bisa menjadi penyambung lidah pengusaha untuk menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat.

Para pengusaha mengatakan, ada tiga poin penting yang seharusnya diperhatikan pemerintah. Pertama masalah pajak, kedua tingginya suku bunga bank, dan terakhir pemerintah harus lebih peduli dengan para pengusaha dalam negeri.

SBY mengatakan, dirinya telah beberapa kali memberikan masukan kepada pemerintah untuk melonggarkan kebijakan pajak. Menurut Presiden RI ke-6 ini, kondisi ekonomi seperti hari ini harusnya pemerintah tidak melakukan pengetatan pajak.

“Saya berharap kepada pemerintah dalam keadaan ekonomi seperti ini agar memberikan kelonggaran pajak, itu sudah pernah kita sampaikan kepada pemerintah pada tanggal 11 Maret,” kata SBY.

SBY pun berjanji akan terus mengupayakan menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah. Rencananya partai berlambang mercy akan menyampaikan pidato politik pada 14 Mei 2018.

“Pada tanggal 14 nanti partai kami akan menyampaikan pidato, dan kami akan menyampaikannya lagi kepada pemerintah,” ujar SBY.

Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dampingi Syarif Hasan dan Yusuf Kohar berdialog dengan pengusaha se Provinsi Lampung di Hotel Novotel, Jumat (11/5) malam.

Terkait suku bunga, menurut SBY saat ini kondisi ekonomi negara kawasan Asia sedang tergerus, khusunya Indonesia. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menaikkan suku bunga. Namun, SBY berharap OJK dan BI bisa optimal agar pelaku usaha tidak terbebani oleh suku bunga yang terlalu tinggi.

“Saat ini semua mata uang di negara kawasan Asia tergerus, Indonesia dan India merupakan negara yang tergerusnya paling dalam, OJK dan BI harus bekerja optimal,” kata SBY.

SBY juga menyarankan pemerintah untuk lebih memperhatikan pengusaha dalam negeri. Hal ini guna mempersiapkan pengusaha dalam negeri untuk mampu bersaing di pasar bebas.

“Persaingan bebas telah di mulai, perusahaan yang tidak bisa bersaing maka akan tenggelam, maka seharusnya pemerintah harus berpihak kepada pengusahanya dengan diperisiapkan, difasilitasi, dibantu dengan kebijakan dan peraturan,” kata SBY.(rilis/wan)