Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Dr Hinca IP Pandjaitan, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Timo Pangerang dan Ketua Tim Pemenangan Agus-Sylvi yang juga Ketua DPD-PD DKI Nachrowi Ramli menggelar Pernyataan Pers Partai Demokrat terhadap Dinamika Pilkada Jakarta di Kantor DPP-PD, Wisma Proklamasi 41, Menteng, Jakarta, Jumat (27/1) malam. (mcpd/omartara)

Mencermati perkembangan situasi sosial politik, khususnya dinamika pilkada Jakarta, Partai Demokrat mengamati bahwa kompetisi politik yang seharusnya berlangsung damai, fair dan tertib telah berkembang ke arah yang sebaliknya. Media sosial telah menjadi wilayah yang sangat tidak sehat serta penuh dengan black campaign dan negative campaign.

Rakyat juga mengamati gejala ketidaknetralan negara dan beserta aparaturnya, disertai campur tangan kekuasaan yang melebihi kepatutannya. Rakyat juga mengamati penegakan hukum yang berat sebelah dan sepertinya dicari-cari, sehingga merusak asas keadilan bagi semua (justice for all). Bayang-bayang dan kehawatiran terhadap kemungkinan kecurangan dalam pilkada makin meningkat, sehingga membuat situasi Jakarta menjadi tidak kondusif bagi berlangsungnya pilkada yang fair dan demokratis.

Dengan perkembangan dan dinamika situasi sosial politik seperti ini, termasuk berbagai keganjilan dan ketidakwajaran yang terjadi di masyarakat luas, maka demi berhasilnya perjuangan Partai Demokrat untuk memenangkan Agus-Sylvi, DPP mengeluarkan pernyataan sebagai berikut:

  1. Partai Demokrat memohon kepada negara dan pemerintah untuk menjaga netralitasnya dalam pilkada Jakarta, serta mencegah terjadinya berbagai tindak kecurangan baik yang manual maupun digital, demi tegaknya demokrasi dan pilkada yang jujur dan adil.
  2. Partai Demokrat berharap kepada jajaran KPUD dan Bawaslu untuk melaksanakan tugas penyelenggaraan dan pengawasan pilkada Jakarta secara jujur, adil, profesional, tidak berpihak serta mencegah dan menindak segala bentuk kecurangan.
  3. Partai Demokrat berharap kepada pers dan media massa untuk memberitakan jalannya pilkada Jakarta secara adil dan berimbang, serta menjaga akuasi dan kebenaran beritanya.
  4. Partai Demokrat berharap agar TNI, Polri dan BIN netral, tidak berpihak dan tidak merusak disiplin serta etika keprajuritan dan kepolisian.
  5. Partai Demokrat berharap kepada aparat penegak hukum agar tidak terkesan mencari-cari kesalahan paslon yang diusung oleh Partai Demokrat, demi tegaknya hukum dan keadilan yang sejati dan agar paslon kami bisa berkompetisi secara adil.
  6. Partai Demokrat mengajak masyarakat Jakarta untuk menggunakan hak pilihnya pada 15 Februari 2017 mendatang. Janganlah tergiur dengan politik uang, karena baik yang memberi mapun menerima akan dijatuhi hukuman; jangan mau dipaksa dan diintimidasi oleh siapapun untuk tidak memilih calon piilhannya; jangan mudah percaya pada berita hoax yang menyesatkan, termasuk hasil survei yang tak masuk akal.
  7. Partai Demokrat menyerukan kepada seluruh kader dan relawan Agus-Sylvi, untuk secara aktif ikut menjaga dan mengamankan paslon kita serta untuk melawan berbagai bentuk kecurangan, intimidasi dan ketidaknetralan aparatur negara, termasuk TNI, Polri dan BIN jika ada. Waspadai kemungkinan ikut sertanya orang yang tidak berhak memilih di TPS-TPS, serta lawan pelanggaran-lain lain yang membuat pilkada ini cacat dan mengkhianati suara rakyat.

Demikian pernyataan pers Partai Demokrat, semoga niat baik kami sebagai pecinta demokrasi dan keadilan dikabulkan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita ingin negara yang kita cintai ini terbebas dari perilaku politik yang buruk, yang tidak adil dan merusak nilai-nilai demokrasi.

Jakarta, 27 Januari

Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat

Ketua Umum, Prof Dr H Susilo Bambang Yudhoyono

Sekretaris Jenderal, Dr Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS