Ketua Umum Partai Demokrat (yang juga Presiden RI ke-6) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sambutan pada para kader Demokrat yang menghadiri Tabliqh Akbar Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, 1441H, di Kantor Pusat Partai Demokrat, Jalan Proklamasi 41, Jakarta, Jumat malam (6/12). (Iwan K/MCPD)

Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat (yang juga Presiden RI ke-6) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, kita semua rindu kepada Rasulullah Muhammad SAW seperti kita rindu pada kasih sayang dan persaudaraan di negeri ini.

Hal itu dikatakan SBY saat memberikan sambutan pada para kader Demokrat yang menghadiri Tabliqh Akbar Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, 1441H, di Kantor Pusat Partai Demokrat, Jalan Proklamasi 41, Jakarta, Jumat malam (6/12).

SBY menyampaikan, kita rindu pada
Hubungan baik rakyat dan negara yang saling menghormati. Rakyat rindu pemimpin yang sabar dan toleran, demikian sebaliknya.

SBY juga mengajak agar kita saling menjaga hati dalam kehidupan bersama. Baik sesama masyarakat, maupun antara masyarakat dengan negara.

SBY mengingatkan pentingnya menjaga hati dengan membacakan puisi hasil karyanya yang berjudul “Membasuh Hati”. Puisi ini dulunya dibacakan almarhumah Ibu Ani Yudhoyono.

Berikut isi lengkap puisi tersebut:

“Membasuh Hati”

Benar,
jika aku sibuk melihat orang lain
kapan aku bisa melihat diriku sendiri
yang tidak luput dari kurang dan khilaf
Benar,
Jika orang lain selalu kulihat keburukannya
Kapan aku bisa melihat kebaikannya
Yang diriku pun belum tentu punya
Dan, bila
Sepanjang malam hatiku tergoda untuk menabur dengki
Dan fitnah
Kapan aku bisa tafakur dan beribadah
Dan mencegah dosa, berbuat baik kepada sesama
Menjaga hati yang bersih adalah akidah
Mengapa kita menjauh
Dan tak pandai mencari berkah
Sebelum akhirat datang
Masih ada hari di hadapan
Mendidik diri
Membasuh hati, dan meniti hidup di jalan Ilahi
Cikeas, 1 Agustus 2010

SBY menutup sambutannya dengan mengatakan bagaimana pun panasnya persoalan di negeri tercinta, hanya hati yang bisa meneduhkannya.

“Insya Allah hari esok lebih baik dari hari ini,” SBY mengakhiri.

Sebelumnya KH. Abdullah Gymnastiar (AA Gym) dalam tausiyahnya mengatakan Nabi Muhammad SAW diutus ke bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia.

KH. Abdullah Gymnastiar (AA Gym) memberikan tausiyah pada para kader Demokrat yang menghadiri Tabliqh Akbar Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, 1441H, di Kantor Pusat Partai Demokrat, Jalan Proklamasi 41, Jakarta, Jumat malam (6/12). (Iwan K)

Kebahagiaan dunia akhirat bisa dicapai dengan akhlak yang baik. Akhlak datang dari hati maka belajarlah ilmu hati; tatalah hati.

Ketua Panitia yang juga Direktur Eksekutif DPP-PD Fadjar Sampurno mengatakan, tabligh akbar yang digelar Partai Demokrat merupakan implementasi bahwa Demokrat adalah partai yang berideologi nasionalis religius. Dalam kereligiusannya, Demokrat mengharuskan para kader untuk menjalankan kewajiban yang diperintahkan agama dan keyakinannya.

Fadjar Sampurno berterimakasih kepada SBY yang memberikan arahan penuh hingga tabligh akbar yang dihadiri sekitar seribu kader bisa berlangsung baik.

Tabligh Akbar tersebut dihadiri para pimpinan Majelis Tinggi, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Pimpinan Pusat dan para kader utama Partai Demokrat se-Indonesia.

(Didik LP)