Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan ribuan kader menghadiri Rapimnas dan Dies Natalis Partai Demokrat di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/2/2017). (mcpd/iwan k)

Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengaku sempat mendapat godaan menggiurkan saat masih menjabat Presiden RI. Godaan itu berupa saran agar dia menjadi pemimpin yang represif dan otoriter.

Dalam pidato politik di dies natalis Partai Demokrat, SBY menceritakan banyak pihak yang kritis dan sinis kepada dia saat menjabat presiden. Unjuk rasa berulang kali terjadi.

“Ada pula gerakan cabut mandat SBY, yang jiwanya seperti makar. Kehormatan dan kewibawaan saya sering dilecehkan,” kata SBY di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2017).

Lalu, ada pihak-pihak yang menganggap demokrasi tidak cocok di Indonesia. SBY disarankan bersikap lebih keras kepada para pengkritik.

“Dulu saya mendapat godaan politik yang menggiurkan. Sebagai presiden, saya dianggap terlalu demokratis, ada yang sarankan lebih tegas dan keras,” ucapnya.

SBY menuturkan pihak-pihak tersebut menyarankan penggembosan pemilik modal yang terus menyerang. Mereka meminta SBY tidak menyia-nyiakan kekuasaan.

“Saya pikirkan baik-baik, hati dan pikiran saya berkata lain. Bukan itu caranya,” ungkap SBY.

Selama ini, kata SBY, ada mitos bahwa pemerintah harus memilih antara ekonomi atau demokrasi, juga keamanan atau kebebasan. Namun mitos itu, menurut SBY, berhasil dipatahkan.

“Selama 10 tahun ekonomi baik, lalu kenapa saya harus jadi pemimpin yang represif dan otoriter. Saya harus berterima kasih kepada yang kritis dan sinis dulu meski sekarang semuanya berubah jadi pendiam. Karena jasa mereka, pemerintahan yang saya pimpin tidak jatuh,” paparnya.

“Saya bersumpah untuk tidak tergoda jadi pemimpin represif,” pungkas SBY.

Pidato SBY adalah sesi kedua dalam Rapimnas Partai Demokrat. Sebelumnya, dalam sesi pertama yang berlangsung tertutup, SBY juga memberikan arahan singkat kepada para kader. Dalam sesi pertama itu, Sekjen DPP-PD Hinca Pandaitan; Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP-PD Edhie Baskoro Yudhoyono dan Ketua BPOKK DPP-PD Pramono Edhie Wibowo juga  memberikan paparan.

Hadir dalam Dies Natalis dan Rapimnas Partai Demokrat antara lain Jakarta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Cagub-Cawagub DKI Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, seluruh petinggi DPP-PD dan FPD DPR-RI , Pimpinan DPD-PD dan FPD DPRD Prov  se-Indonesia, serta Pimpinan DPC-PD se-Indonesia.

(detik/dik)