Kolase Foto Teuku Riefky saat mengikuti pendidikan akademi militer di Amerika (1991-2002). Foto Instagram @teukuriefky

Banda Aceh: Teuku Riefky Harsya. Namanya memang tak asing di telinga warga Aceh. Maklum saja, dia sudah empat kali duduk sebagai Anggota DPR-RI mewakili rakyat Aceh.

Dia juga satu-satunya politisi yang secara berturut-turut berhasil meraih suara terbanyak di Aceh dalam tiga kali Pemilu Legislatif.

Di Partai Demokrat sendiri, Riefky bukanlah orang baru. Dia telah terlibat sejak awal pendirian partai, dimulai sebagai relawan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono).

Ia turut aktif mengumpulkan KTP pendirian partai dan selanjutnya aktif dalam kepengurusan Partai Demokrat DPC Jakarta Pusat.

Mantan pebisnis ini ternyata juga pernah mengikuti pendidikan akademi militer di Amerika (ARMY Roct) selama empat tahun.

Siapa sebenarnya Teuku Riefky Harsya?

Riefky lahir di Jakarta pada tanggal 28 Juni 1972. Ayahnya, Teuku Syahrul Mudadalamadalah seorang pengusaha sekaligus politisi Golkar.

Teuku Syahrul juga termasuk salah satu pendiri HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Karena itu bisa dimaklumi darah bisnis dan politisi ada pada diri Riefky.

Sosok sang Ibu juga menjadi bagian yang terpisahkan dalam membentuk kepribadian Riefky. Ibunya Pocut Haslinda Azwar merupakan penulis Sejarah Islam Melayu-Nusantara.

Namun sebenarnya, Riefky muda pernah sangat tidak menyukai dunia politik. Ia bahkan berniat mengikuti jejak sang kakek di militer, Teuku Abdul Hamid Azwar.

Teuku Abdul Hamid Azwar sendiri bukan lah orang sembarangan. Dia pejuang di bidang strategi miiliter yang lihai dalam penyediaan logistik.

Suami dari Cut Nyak Manyak Keumala Putri (Cut Nyak Djariah) ini  memiliki jasa yang tidak sedikit terhadap bangsa ini. Dialah yang mendirikan API (Angkatan Pemuda Indonesia), sebuah embrio TNI di Aceh.

Saat menjadi Kepala Staf Divisi V API/TKR Komandemen Sumatera, Teuku Hamid Azwar berhasil menghancurkan 1 batalyon tentara Jepang yang berjumlah 1.000 orang di Krueng Panjoe, Langsa, Aceh Timur. 

Tahun 1947, Letkol Teuku Hamid Azwar bersama perwira-perwira TNI di Sumatera dari Corp Intendance lainnya yakni Letkol Teuku M Daud (Samalanga) dan Letkol HA Thahir mendirikan Central Trading Corporation (CTC) di Bukittinggi, yang kemudian hijrah ke Jakarta.

Adapun tujuan CTC didirikan adalah untuk mengusahakan perlengkapan logistik dan senjata tentara Indonesia. CTC dari hasil bisnis Teuku Hamid Azwar berhasil menyumbangkan sebuah kapal dengan nomor registrasi PBB 58 LB kepada ALRI.

Kapal ini pada saat itu bermanfaat karena merupakan transportasi penting untuk menembus blokade laut Belanda sehingga TNI mendapat banyak senjata dari luar.

Teuku Abdul Hamid Azwar dan istrinya Cut Nyak Keumala Putri (Cut Nyak Djariah) juga menyumbangkan emasnya untuk membeli sebuah Pesawat Udara jenis Avro Anson RI 004 di Thailand.

Jasa lain dari Teuku Abdul Hamid Azwar adalah dia ditunjuk oleh Presiden RI Soekarno bersama M Dasaad mendirikan Departemen Store Sarinah, yaitu departemen store termegah pada masa itu, yang terletak di Jalan Thamrin, Jakarta.

Sosok sang Kakek menjadi inspirasi bagi Riefky muda, sehingga ia sempat terpikr masuk ke dunia militer.

Namun nasib berkata lain, usai menamatkan pendidikan di Akmil Amerika tahun 1994, tawaran dari Danjen Kopassus ketika itu agar ia masuk menjadi anggota TNI dan bergabung dalam Kopassus (Korps Pasukan Khusus) ditolaknya. Riefky memilih berbuat dari luar.

Ia kemudian menerapkan seluruh ilmu yang dimilikinya ke dalam dunia usaha, menggantikan sang ayah menjadi pebisnis. Sementara sang ayah Teuku Syahrul Muda terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Golkar.

Di usia yang masih sangat muda (22–32 tahun), Riefky sempat menjadi Direksi di beberapa anak perusahaan milik Investment Group (Tbk) termuka pada era tahun 90-an. Di antaranya Marketing Director Uninet Media Sakti Internet Service Provider dan President Director Grandkemang Hotel Management. 

Riefky memulai perjuangan politiknya dengan turut serta bergabung dalam Relawan SBY di tahun 2000. Ia turut mengumpulkan KTP pendirian Partai Demokrat (2001), selanjutnya aktif dalam kepengurusan Partai Demokrat di DPC Jakarta Pusat (2002-2005).

Riefky berproses dari berbagai jabatan yang berjenjang dari bawah hingga berbagai jabatan strategis di DPP Partai Demokrat selama 15 tahun terakhir (2015-2020).

Termasuk menjadi Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat dan Wakil Komandan I KOGASMA (Komando Satuan Tugas Bersama) dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono. 

Di DPR RI, pria yang identik dengan kacamata ini mengawali kariernya pada usia 33 tahun ketika masuk pertama kali menjadi pengganti antar waktu (PAW) pada periode 2004–2009, menggantikan Almarhum Prof Rusli Ramly.

Sejak saat itu, Riefky berhasil lolos tiga Pemilu Legislatif selanjutnya (2009, 2014, 2019) dan mencetak ‘hat trick’ dalam perolehan suara tertinggi di Provinsi Aceh. Bahkan pada periode 2009 secara persentase Ia menempati suara tertinggi ke-10 Nasional. 

Ia tidak menyia-nyiakan amanah yang diembannya tersebut. Riefky terlibat aktif mengawal perdamaian dan pembangunan Aceh.

Mulai dari membahas UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, pengawas BRR NAD-Nias, hingga mendorong percepatan berbagai program Pemerintah Pusat di Aceh, seperti; Pembangunan PLTU Nagan Raya dan peningkatan elektrifikasi listrik di Aceh.

Riefky juga mengusahakan ratusan bantuan alat pertanian, pembangunan sarana dan prasarana di sekitar 800 sekolah.

Termasuk memperjuangkan tambahan alokasi beasiswa (PIP & Bidik Misi) di luar quota reguler yang diterima pemerintah daerah kepada lebih dari seperempat juta Pelajar dan Masasiswa di Aceh (2014-2019).    

Kini sebuah tanggung jawab besar ada di pundak Riefky. Pria berusia 48 tahun ini ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat.

Ia berharap tanggung jawab tersebut bisa membuatnya berbuat lebih banyak untuk Indonesia dan khususnya untuk Aceh.

“Mohon doa restu masyarakat Aceh. Sehingga saya bisa berbuat maksimal dan bermanfaat untuk Indonesia dan juga rakyat Aceh,” demikian Riefky Harsya.

Ayahnda Teuku Riefky Harsya, Teuku Syahrul Mudadalam (dua dari kiri) dan Agung Laksono bersama sang legenda promotor tinju dunia, Don King, 23 tahun lalu. Foto Instagram @teukuriefky (Serambinews.com)
Teuku Abdul Hamid Azwar bersama Presiden RI Soekarno. (Repro buku: Aceh dalam Perang Mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan 1945-1949 dan Peranan Teuku Hamid Azwar Sebagai Pejuang)
Teuku Riefky Harsya bersama ibu dan saudara-saudaranya. Foto IG @teukuriefky (Serambinews.com)
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang (SBY) dan Anggota FPD DPR RI dari Aceh Teuku Riefky Harsya melihat makanan khas yang dijajakan di Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Sabtu (26/1/2019). (SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS.COM)

(SERAMBINEWS.COM/dik)