Presiden RI ke-6, Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. (DPP-PD)

Oleh: Anwar Hafid*)

Bilangan usia itu bergerak bagai angin. Tidak terlihat namun terasa. Seperti hari ini, usia partai kita sudah memasuki umur remaja. Sweet seventeen, kata anak-anak zaman milenial.

Kebahagiaan itu semakin terasa lengkap, karena setiap hari jadi partai, kita juga merayakan bersama-sama hari lahirnya pendiri partai kita, Presiden ke-6 Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebagai kader partai, juga anak ideologis dari Pak SBY, saya selalu bangga berseragam biru berlambang bintang segitiga merah putih, kebanggaan yang lahir karena menjadi bagian dari partai Demokrat. Satu-satunya partai yang konsisten menjalankan praktik demokrasi dalam kehidupan bernegara.

Sejarah mencatat ketika partai kita berkuasa selama 10 tahun, Pak SBY sebagai presiden telah mencontohkan bagaimana prinsip kebebasan publik itu diberikan. Berbagai hujatan, gugatan dan aspirasi publik atas pemerintahan tidak dihadapi dengan tekanan kekuasaan. Apalagi menggunakan aparat negara untuk menghabisi mereka yang berbeda.

Tidak pernah juga saya mendengar, Bapak Presiden ke-6 memusingkan apalagi memusuhi sekadar tagar di jejaring sosial.

Kehidupan harmonis antar umat beragama, ideologi dan kelas sosial tidak pernah mengalami ketegangan. Semuanya terkelola dengan baik, karena prinsip yang selalu diajarkan oleh pendiri partai kita, diversity yakni penghargaan atas perbedaan. Bapak SBY selalu menekankan, sudah menjadi takdir bangsa ini lahir dengan perbedaan, bhinneka tunggal ika.

Pada dimensi penegakan hukum, sebagai alumnus sekolah pemerintahan, saya belajar dengan baik, bagaimana seorang Susilo Bambang Yudhoyono menjalankan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam pemerintahan.
Jika ada kader Demokrat yang terlibat berbagai kasus tidak ada yang namanya tebang pilih, semua sama dimata hukum, karena kita setara.

Bukan karena kader Demokrat lantas kami bisa seenaknya mendapatkan privilege, hak-hak istimewa. Bapak SBY telah mengajarkan dan mempraktekkan hal tersebut. Lihat saja jika ada kader yang terlibat kasus, proses hukum tetap berjalan sesuai aturan dan kekuasaan tidak sama sekali melakukan intervensi.

Bagi saya, pelajaran yang sudah diberikan adalah panduan bagi kami para kader dalam berpolitik, berbangsa dan bernegara. Pelajaran yang berharga yang telah diberikan oleh Bapak Demokrasi Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Selamat ulang tahun dan panjang umur, Pak SBY serta Partai Demokrat.

*)Ketua DPD Demokrat Sulteng