Sekretaris Jenderal DPP-PD Hinca Pandjaitan didampingi Wakil Direktur Eksekutif DPP-PD Partoyo menyampaikan konferensi pers di Kantor DPP-PD, Jalan Proklamasi 41, Jakarta. (MCPD/Omar Tara)

Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menjelaskan maksud surat Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono terkait kampanye akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (7/4). 

“Surat Pak SBY itu hanya ditujukan kepada internal. Yang menjadi subtansi itu adalah bagaimana kampanye ini agar inklusif dan bagaimana menggambarkan suasana Pilpres ini adalah untuk semua (mengedepankan persatuan bangsa),” kata Hinca Pandjaitan yang didampingi Wakil DE DPP-PD Partoyo dalam konferensi pers di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/4).

Kemudian, sambung Hinca, pesan SBY dalam kritiknya tersebut adalah agar tim pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 mengedepankan semangat kesatuan dan persatuan untuk semua.

“Jadi (Pilpres) ini untuk semua. Artinya diutamakan dan terbuka untuk siapa saja,” jelasnya.

Soal bocornya surat SBY itu ke media, Hinca mengaku tidak mengetahuinya. Dia menjelaskan, SBY mengirimkan surat tersebut hanya di internal Partai Demokrat untuk kemudian dikomunikasikan kepada pimpinan partai koalisi adil makmur.

Kendati demikian, tambah Hinca, surat SBY tersebut telah dijalankan dengan baik oleh Prabowo-Sandi dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

“Oleh karena itu tidak ada yang salah dengan pesan yang kami sampaikan,” ujar anggota Komisi III DPR ini.

(rmol/dik)