Ketua Umum DPP-PD Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Ani Yudhoyono, dan Bendahara Umum DPP-PD dr Indrawati Sukadis bersama para yatim-piatu dalam acara buka puasa di Kantor Pusat Partai Demokrat, Wisma Proklamasi 41, Menteng, Jakarta, Jumat (2/6). (MCPD/OmarTara)

Jakarta: Ada pembelajaran menarik terjadi di Kantor Pusat Partai Demokrat, Wisma Proklamasi 41, Menteng, Jakarta, Jumat (2/6). Ketua Umum Partai Demokrat Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Ani Yudhoyono membawa dua cucunya, Airlangga Satriadhi Yudhoyono dan Pancasakti Maharajasa Yudhoyono (putra Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono MSc dan Aliya Rajasa Yudhoyono) dalam acara buka puasa bersama.

Kedatangan SBY membawa kedua cucunya dalam buka puasa bersama di Ramadan, yang inisiatornya adalah Bendahara Umum Partai Demokrat dr Indrawati Sukadis, bermakna bahwa para kader Partai Demokrat harus mempersiapkan generasi penerus agar siap memimpin republik ini.

Penegasan itu dinyatakan Wakil Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP-PD Dr Ahmad Yani Basuki saat memberikan tausiah menjelang Maghrib. Memang di acara itu, Kebendahara-umuman DPP-PD mengundang puluhan yatim piatu untuk bisa menikmati indahnya berbuka puasa bersama Keluarga Besar Partai Demokrat.

Bagi Partai Demokrat, anak-anak adalah simbol bahwa dunia ini harus penuh kerahmatan. Rasulullah Muhammad SAW sangat menyayangi anak-anak. Rasul dikenal kerap memeluk dan mencium kedua cucu kembarnya, Hasan dan Husen.

Dikisahkan, pernah suatu waktu, umat bertanya pada Rasul, mengapa ia begitu sayang pada kedua cucunya; selalu memeluk dan mencium mereka?

Rasul menyatakan, kalau orang-orang tak mempunyai rahmat memang tidak memahami bagaimana menyebarkan rahmat. Menyayangi para cucu dan anak-anak adalah perwujudan penebaran rahmat bagi alam semesta. Sebab ini bicara tentang generasi penerus yang mewarisi bumi.

Di antara anak-anak, sebagai generasi penerus, para yatim piatu memiliki derajat lebih tinggi. Anak-anak yatim bisa menentukan apakah seseorang bisa masuk surga atau neraka. Mereka adalah ujian, apakah seseorang memiliki kasih sayang di hatinya atau tidak. Karenanya sangat indah jika ada keluarga yang mengasuh dan menyantuni yatim-piatu.

Rasul adalah anak yatim-piatu, sehingga beliau sangat memahami bagaimana menderitanya anak-anak yang ditinggal orangtua mereka. Dari mana kasih sayang itu diperoleh mereka? Karenanya menghayati perasaan para anak yatim, sesungguhnya memahami bahwa dunia ini butuh kasih sayang.

Ahmad Yani mengatakan, pemahaman mendalam tentang perlunya anak-anak mendapatkan kasih sayang adalah satu hal yang menyebabkan peperangan berhenti. Kedamaian terjadi karena masyarakat tidak menginginkan adanya begitu banyak anak yatim karena ayah mereka meninggal dalam peperangan.

Jadi, kata Ahmad Yani, makna Keluarga Besar Partai Demokrat berbuka puasa bersama anak-anak yatim piatu karena kesadaran penuh bahwa mereka membutuhkan kasih sayang dari bangsa ini. Kasih sayang yang kita berikan pada akhirnya mendatangkan generasi hebat di masa mendatang. Tentu termasuk saat Indonesia mencapai masa keemasan di 2045.

Hadir dalam acara itu para pejabat utama, pimpinan badan; komisi; pusat analisis, divisi, departemen, tim paduan suara, dan karyawan DPP Partai Demokrat.

(didik l pambudi)