Oleh : Alkautsar*)

Terpilihnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 tentu menjadi kabar menarik kepada publik.

Ini bukan hanya kemenangan bagi AHY semata melainkan kemenangan bagi kelompok yang menginginkan perubahan ke arah lebih baik di seluruh tanah air.

Kehadiran sosok muda yang aspiratif, serta memiliki kepekaan atau kesadaran politik tinggi menjadi harapan bagi masyarakat atas kejenuhan pada komposisi struktur kekuasaan yang hanya diisi oleh pemain lawas. Hal yang membuat masyarakat mencari alternatif tokoh yang bisa menjadi representatif mereka.

AHY hadir tidak hanya berbekal pengalaman saja di lintas sektor, tapi AHY membawa 10 gagasan yang dimanifestasikan ke dalam program utamanya memimpin Partai Demokrat.

Menyikapi hal tersebut enam intelektual dan aktivis muda mendiskusikan 10 Program Umum Partai Demokrat yang disampaikan AHY dalam pidato politik pertama setelah didaulat secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Diskusi dilakukan di Kafe De Proklamasi, Jln Proklamasi 41, Jakarta, Rabu (18/3).

Saya mencoba menyajikan hasil diskusi tersebut dalam sebuah artikel.

Berikut ini 10 Program Umum Partai Demokrat dan pemaparan hasil diskusi tersebut:
 
1. Mencetak SDM yang Unggul dan Militan
Kemajuan teknologi sebagai alat produksi merupakan kemajuan zaman. Peringsutan dunia di era ekonomi pasca-industri secara otomatis mengubah kebutuhan tenaga kerja. Sumber daya manusia yang unggul dan militan harus diproduksi. Mengapa? Karena negara ini harus mengejar ketertinggalannya. Untuk itu diperlukan manusia yang tidak hanya unggul, tetapi memiliki kesabaran dan bekerja keras untuk memproduksi gagasan & inovasi. Harapan itu harus diwujudkan dengan jalan bersinergi dan berkolaborasi sesama elemen bangsa. Semoga saja ke depan partai bisa membuka perguruan tinggi, memberikan beasiswa, menggelar diklat keahlian profesi sebagai perwujudan gagasan ini. Hal ini nantinya akan menjadi aset bangsa.
 
2. Memperkuat Kepemimpinan dan Manajemen Yang Efektif.
Saat ini masalah-masalah yang dihadapi dunia sangat kompleks & universal. Sebut saja ekonomi yang rentan krisis, krisis politik, krisis lingkungan, krisis kemanusiaan dan yang terbaru pandemi Covid-19. Keadaan tersebut harus ditanggapi oleh partai politik dengan memilih pemimpin yang sudah teruji cekatan dan cepat mengambil keputusan dan bertindak. Pertama, ini bisa mulai dilakukan dengan regenerasi kepemimpinan dalam tubuh partai politik seperti yang sudah dilakukan oleh Partai Demokrat. Kedua, memaksimalkan proses pendidikan/pelatihan kepemimpinan dalam tubuh partai. Ketiga, menguatkan kekompakan struktur partai dari pusat sampai anak cabang dengan bergerak secara kolektif kolegial.
 
3. Modernisasi Partai Demokrat Menuju “Smart Party”
Teknologi telah mengubah relasi sosial manusia. Kebutuhan-kebutuhan manusia sudah berpindah dan diadakan oleh gawai/gadget. Hal tersebut juga menjadikan kehidupan lebih transparan. Misalnya gosip yang ada di Ibu kota dalam hitungan detik diketahui oleh masyarakat di daerah. Platform digital seperti WA, IG, Twitter, dll sebagian penyebabnya. Sudah waktunya hal tersebut dikonversi oleh partai politik untuk menyampaikan program-platform perjuangan sebagai jalan keluar masalah rakyat. Partai politik juga bisa memanfaatkan platform digital sebagai sarana transparansi partai kepada publik.
 
4. Memperkuat Komunikasi Politik yang Efektif di Setiap Lini.
Banyak yang bilang bahwa tidak ada kawan dan lawan abadi dalam politik, yang ada hanya kepentingan abadi. Stigmatisasi tersebut harus didekonstruksi. Kalkulasi untung rugi kelompok atau golongan harus dipinggirkan. Saatnya politik direversi, yaitu untuk kepentingan orang banyak. Pengusaha, Politisi, Akademisi, Ilmuwan, Praktisi serta Pekerja harus menyatukan persepsi. Silaturahmi dan kegiatan bersama juga harus dilakukan untuk mempererat komitmen dan persaudaraan.
 
5. Meningkatkan Program-Program Pengabdian Masyarakat.
Partai politik wajib mengabdi kepada masyarakat. Mengubah masyarakat yang pasif menjadi aktif melalui program-program konkret dengan memanfaatkan kemampuan kader/anggota yang memiliki keahlian atau keterampilan untuk memecahkan kontradiksi pokok masyarakat, dengan memberikan penyuluhan/pelatihan yang berbasis keprofesian. Misalnya petani yang gagap tentang teknologi atau kekurangan modal. Begitupun di sektor masyarakat lainnya. Intinya masyarakat merasakan kehadiran partai politik.
 
6. Membina dan Memperluas Jaringan Konstituen
Pendidikan politik harus diperluas di berbagai kalangan dan lintas generasi. Agenda turun ke bawah harus dilakukan para kader partai untuk mendengar langsung keluhan dan memberi kesempatan kepada konstituen untuk menyampaikan saran dan masukan kepada partai melalui dialog interaktif tatap muka.
 
7. Menangkan Suara Generasi Muda (Bonus Demografi)
Selain gadget dan rebahan, ghibah juga menjadi ciri khas generasi muda. Hal tersebut harus ditransformasi ke arah yang produktif. Caranya dengan mewadahi mereka sesuai minat dan bakat masing-masing. Ini juga akan menjadi daya tarik mereka untuk berpolitik.
 
8. Menyukseskan Kepala Daerah Tahun 2020 dan 2024.
Momentum pilkada merupakan itikad semua partai politik untuk mempersembahkan kader/pilihan terbaik kepada masyarakat yang memiliki integritas, kredibilitas & kapabilitas. Saya yakin  Partai Demokrat berkomitmen bahwa semua calon yang direkomendasikan mempunyai insting yang tinggi tentang kesejahteraan bersama serta memiliki rekam jejak yang bersih dari praktek pengkhianatan terhadap masyarakat.
 
9. Menyukseskan Pemilihan Legislatif Tahun 2024
Pastinya Partai Demokrat terbuka untuk semua kalangan termasuk para anak muda yang siap untuk menjadi kader dan menjadikan Demokrat sebagai kendaraan untuk mencalonkan diri sebagai Calon anggota legislatif tahun 2024.
 
10. Menyukseskan Pemilihan Presiden Tahun 2024.
Empat tahun ke depan sudah waktunya rekomposisi kekuasaan. Para pelopor peradaban harus menjadikan tahun tersebut sebagai momentum meraih kekuasaan lewat jalan pemilihan elektoral. Bonus demografi harus dimanfaatkan untuk merebut peluang tersebut. Kekompakan semua elemen bangsa termasuk para anak muda dalam menentukan calon sangat menentukan arah kemajuan bangsa ini ke depan. Sudah banyak cara yang dilakukan anak muda dalam mengejewantahkan idenya, tapi hanya sedikit saja yang melalui jalan politik.
Pemilihan Presiden tahun 2024 semoga menyadarkan kaum pecinta peradaban bahwa perubahan yang besar harus dilakukan dengan mendapatkan jabatan politik tertinggi di negara.

Para aktivis dan intelektual muda yang berdiskusi tentang AHY dan program umum PD (ist)

*)Aktivis di Jakarta